Pelaksanaan Pengabdian Perencanaan Museum Perak di Desa Celuk
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i6.1238Keywords:
Museum, Regionalism, Penataan, Desa, PerakAbstract
Keberadaan pengrajin perak telah memberi kontribusi sebagai salah satu mata pencaharian utama di Desa Celuk telah dikenal masyarakat luas sebagai sebuah wisata kerajinan sejak 1930-an. Berbagai hasil kerajinan perhiasan perak telah dihasilkan dari masa ke masa, yang sampai saat ini telah dikembangkan melalui usaha pengrajin dan komersialisasi perak. Keterampilan yang dipertahankan secara turun temurun oleh para pengrajin, memiliki potensi sebagai aspek pengembangan desa sekaligus melestarikannya. Sampai saat ini sudah ada sebuah fasilitas museum kerajinan perak yang dibangun di Desa Celuk. Namun, fasilitas tersebut dikelola oleh pihak swasta. Sehingga mitra kegiatan pengabdian ini, yaitu masyarakat Desa Celuk memiliki keinginan untuk mewujudkan sebuah fasilitas sejenis. Selain itu, mitra memiliki permasalahan mengenai kurangnya wawasan terhadap kebutuhan di bidang pemerintahan, penyelenggaraan organisasi, serta pengelolaan organisasi desa untuk penataan dan pendirian fasilitas museum. Luaran yang ditargetkan untuk dicapai dalam pengabdian ini berupa publikasi ilmiah pada jurnal, publikasi pada media massa, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual, serta luaran berupa bahan ajar pada mata kuliah yang terintegrasi dengan konteks pengabdian. Untuk tahun pertama, pengabdian ini difokuskan kepada perencanaan dan perancangan penataan masterplan fasilitas museum perak Desa Celuk, yang meliputi bangunan utama museum, beserta bangunan dan/atau ruang-ruang dengan fungsi selaras yang dapat mendukung kebutuhan mitra. Perencanaan dan perancangan desain akan dilaksanakan oleh tim khususnya di bidang arsitektur, dibantu dengan kebutuhan anggota tim yang berperan di bidang ilmu pemerintahan. Kegiatan dimulai dengan observasi, pengumpulan data potensi dan permasalahan mitra, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data. Selanjutnya dilakukan proses-proses desain secara arsitektural, untuk kemudian didiskusikan bersama dengan mitra melalui FGD.
Downloads
References
Dewi, Made Heny Urmila. 2013. Pengembangan Desa Wisata berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali, dalam Jurnal Kawistara volume no 2, 17 Agustus 2013. Yogyakarta : UGM
Mirayani, Ni Kadek Sri, Paristha, Ni putu Tiya, Octaviana, Ni Kadek Ratih. (2023). Strategi Pengembangan Desa Wisata Kerta Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dalam New Normal Era. Jurnal ALTASIA, Vol.5, No.1, 18-31.
Putri, N. P. R. P. A., Gunawarman, A. A. G. R., & Ningsih, N. L. A. P. (2020). POTENSI PERMUKIMAN PERAJIN PERAK TRADISIONAL BERBASIS ARSITEKTUR DAN EKONOMI KREATIF DI DESA CELUK, GIANYAR. Undagi: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 8(1), 37-44.
Singgalen, Yerik Afrianto. 2015. Bisnis Seni Kerajinan Perak di Desa Celuk: Pemanfaatan Modal dalam Dinamika Berwirausaha. Satya Wacana University Press, 2015.
Soebagyo. 2012. Strategi Pengembangan Pariwisata di Indonesia, dalam Jurnal Liquidity, volume 1 no 2, Juli-Desember 2012. Jakarta Selatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri, Pande Putu Dwi Novigga Artha, I Putu Hadi Pradnyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












