Pembentukan Program Prestasi (Posyandu Remaja Sehat Terpadu Aktif Dan Inspiratif) Sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini Di Desa Karangrejo Wilayah Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri

Authors

  • Astika Gita Ningrum Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia
  • Ivon Diah Wittiarika Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia
  • Endyka Erye Frety Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia
  • Najwa Miftah Rania Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia
  • Wanda Azaria Salsabila Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia
  • Aida Ayu Habibatul Munawaroh Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1760

Keywords:

Pernikahan Dini, Posyandu, Kader Remaja, Remaja

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang terjadi sebelum seseorang mencapai usia yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Pernikahan dini berisiko adanya kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dan perceraian, yang sering kali disebabkan oleh ketidakmatangan psikologis anak. Di sisi yang lain pernikahan dini akan membahayakan calon ibu, karena anatomi dalam tubuh anak masih belum siap untuk proses mengandung dan melahirkan. Oleh karena itu posyandu remaja diadakan untuk memberikan manfaat kepada para remaja, khususnya dalam hal edukasi reproduksi secara dini sehingga mencegah terjadinya seks pranikah. Melalui kegiatan ini diharapkan dukungan masyarakat dan ibu kader terhadap kegiatan posyandu remaja dapat berjalan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesehatan reproduksi remaja serta mampu untuk mencetak generasi yang sehat dan mengurangi kenakalan remaja yang saat ini semakin meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran remaja dilakukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pengabdian diadakan dalam 2 kegiatan, yaitu pelatihan dan launching sebagai bentuk simbolis dan peresmian terbentuknya posyandu remaja. Evaluasi kegiatan untuk mengukur pengetahuan para remaja dan umpan balik secara langsung. Berdasarkan data yang didapatkan, pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja dari rata-rata pengetahuan yaitu pada saat pelatihan 53.68 menjadi 74.25 dan saat launching 53.68 menjadi 73.33 mengenai kebutuhan masa remaja melalui posyandu remaja PRESTASI. Pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan pemantauan rutin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprianti, N. F., Faizaturrahmi, E., & Fatmasari, B. D. (2023). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Di Dusun Lembar, Desa Lembar Selatan Lombok Barat: Indonesia. Indonesian Journal of Community Dedication, 5(1), 1-6.

Basalamah, Anwar Bahar. (2022, Juni). Ratusan Anak di Kabupaten Kediri Alami Pernikahan Dini. Radar Kediri. https://radarkediri.jawapos.com/politik-pemerintahan/781293881/ratusananak-di-kabupaten-kediri-alami-pernikahan-dini

Elisanti AD, Ardianto ET. Pendampingan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja Di Surabaya. J Pengabdi Kesehatan Komunitas. 2021;1(2):88–9

Gultom, E. E. L., & Frety, E. E. (2024). Attitudes of girls teenagers toward early marriage due to pregnancy out of marriage. Attitudes of girls teenagers toward early marriage due to pregnancy out of marriage, 141(1), 7-7.

Hardianti, R., & Nurwati, N. (2020). Faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini Pada Perempuan. Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 111-120.

Hermambang, A., Ummah, C., Gratia, E. S., Sanusi, F., Ulfa, W. M., & Nooraeni, R. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan usia dini di Indonesia Factors affecting early marriage in Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia Volume, 16(1).

Huda, Miftahul. 2022. Dalam Setahun, Persentase Pernikahan Dini di Jatim Meningkat, Ini Sebabnya. Kompas. https://regional.kompas.com/read/2022/02/28/215151478/dalam-setahu-persentase-pernikahan-dini-di-jatim-meningkat-ini-sebabnya

Judiasih, S. D., Suparto, S., Afriana, A., & Yuanitasar, D. (2018). Women, law, and policy: Child marriage practice in Indonesia. Jurnal Notariil, 3(1), 47‒55. https://doi.org/10.22225/jn.3.1.647.47-55

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Upaya Kesehatan Anak.

Panjaitan, P. A., Esterilita M., Kartikawati D. (2024). Pengorganisasian Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Remaja sebagai Upaya untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Remaja di Desa Cijagang. Jurnal Abdimas Perbanas, 5 (2), 28-36.

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Daftar Perkawinan Anak Kecamatan Ngasem 2022.

Pohan, N. H. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini terhadap Remaja Putri. Jurnal Endurance, 2(3), 424-435.

Rahmayanti, M. S. N. (2024). Program Posyandu Remaja dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Indikator 2.2. 1 di Kabupaten Karanganyar.

Sari, RM, Ramadhaniati, Y., & Hardianti, SR (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pranikah Seksual Pada Remaja SMKN.Jurnal Ners Lentera, 8(1), 35–47.

Suryani, AI, Ariyani, AT, Krisdianto, F., & Mudlikah, S. (2023). Pengetahuan dan Sikap Tentang Pernikahan Dini Pada Remaja Karang Taruna Desa Gapurosukolilo.DedikasiMU (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 5(3).

Suwandewi, IGAP (2021).Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Kehamilan Usia Dini di Lingkungan Bebalang Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar.

Tarmidi, M., Demartoto, A., & Pamungkasari, EP (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Pranikah Perilaku Remaja di Bima, Nusa Tenggara Barat: Teori Perilaku Terencana.Jurnal Promosi dan Perilaku Kesehatan, 3(1), 78–85.

Downloads

Published

2024-12-07

How to Cite

Ningrum, A. G., Wittiarika, I. D., Frety, E. E., Rania, N. M., Salsabila, W. A., & Munawaroh, A. A. H. (2024). Pembentukan Program Prestasi (Posyandu Remaja Sehat Terpadu Aktif Dan Inspiratif) Sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini Di Desa Karangrejo Wilayah Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(10), 4470–4477. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1760

Issue

Section

Articles