Pendampingan Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan Untuk Meminimalisir Kasus Bullying Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Mekar Jaya
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1763Keywords:
Pendampingan, tiga dosa besar, bullyingAbstract
Bullying merupakan situasi dimana terjadi sebuah penyalahgunaan kekuatan/k/kekuasaaan yang dilakukan oleh pelaku (bullies) kepada korban (victims). Berdasarkan fenomena yang peneliti dapat di lapangan serta pada saat melakukan wawancara dengan beberapa guru bimbingan dan konseling dan siswa didapatkan informasi bahwa terdapat siswa/siswi yang menjadi pelaku bullying (bullies), siswa melakukan tindakan perpeloncoan, siswa melakukan tindakan memanggil teman dengan nama julukan, melakukan tindakan kekerasan seperti mencubit, memeras dan mengancam. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan (1) kecenderungan perilaku bullying dari jenis bullying verbal, (2) kecenderungan perilaku bullying dari jenis bullying fisik, (3) kecenderungan perilaku bullying dari jenis bullying relasional, dan (4) kecenderungan perilaku bullying dari jenis perilaku cyberbullying. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami pemahaman mereka tentang tiga dosa besar dan dampak negatifnya. Hal ini dapat dilihat dari angket yang dibagikan ke siswa. 3 dosa besar Pendidikan yang sering terjadi adalah bullying, baik bullying verbal maupun bullying fisik. Salah satu upaya konkrit untuk mengatasi bullying adalah dengan memberikan pendampingan dengan harapan dapat memberi wawasan praktis mengenai perilaku bullying dan dampak yang dirasakan oleh korban.
Downloads
References
Ariesto, A. (2009). Pelaksanaan Program Anti-Bullying Teacher Empowerment Program di Sekolah. Jakarta: Universitas Indonesia.
Burger, C., Strohmeier, D., Spröber, N., Bauman, S., & Rigby, K. (2015). How teachers respond to school bullying: An examination of self-reported intervention strategy use, moderator effects, and concurrent use of multiple strategies. Teaching and Teacher Education, 51, 191–202.
Busby, L., Patrick, L., & Gaudine, A. (2022). Upwards workplace bullying: A literature review. Sage Open, 12(1), 21582440221085010.
Coloroso. B. (2007). Stop Bullying (Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU). Edisi 1. Alih Bahasa: Santi Indra Astuti. Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi.
Prasetyo, A. B. E. (2011). Bullying di Sekolah dan Dampaknya Bagi Masa Depan Anak. [Versi Elektronik]. El Tarbawi, 4, 19-26.
Rueda, P., Pérez-Romero, N., Cerezo, M. V., & Fernández-Berrocal, P. (2022). The role of emotional intelligence in adolescent bullying: A systematic review. Psicología Educativa. Revista de Los Psicólogos de La Educación, 28(1), 53–59.
Sandri, R. (2015). Perilaku Bullying pada Remaja Panti Asuhan Ditinjau dari Kelekatan dengan Teman Sebaya dan Harga Diri. Jurnal Psikologi. Vol 10 No 1, p. 43-57.
Sucipto. (2012). Bullying dan upaya meminimalisasikannya. Psikopedagogia, 1 (1), 1-12.
Wardhana, K. (t.t). Sudah dong: Buku panduan melawan bullying. Tidak ada nama penerbit.
Widiyanti, W. (2019). Mengenal perilaku bullying di sekolah. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 3 (1), 55-68.
Zakiyah, E.Z., Humaidi, S., & Santoso, M.B. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja melakukan bullying. Jurnal Penelitian & PPM Unpad, 4 (2), 324-330.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Citra Raflesia, Tidi Maharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












