Melestarikan Bale Banjar Kayumas Kelod Melalui Revitalisasi Bangunan Bale Lantang
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1803Keywords:
Bale Banjar, Pengabdian Kepada Masyarakat, Revitalisasi, Bale LantangAbstract
Unit terkecil dari organisasi sosial masyarakat Bali yang merupakan bagian dari desa pekaraman disebut dengan banjar adat. Salah satu wujud bale banjar di Kota Denpasar yang relatif masih bertahan dan dipertahankan sampai saat ini adalah Bale Banjar Kayumas Kelod. Banjar Kayumas Kelod terletak di Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di banjar Kayumas Kelod ini, akan diarahkan pada kegiatan – kegiatan yang mendukung upaya pelestarian bale banjar sebagai warisan pusaka budaya yang berpotensi sebagai daya tarik wisata kota (urban tourism). Permasalahan yang dihadapi dalam mempertahankan, melestarikan dan memanfaatkan Bale Banjar Kayumas Kelod oleh masyarakat beserta aparatnya, antara lain; 1) kondisi beberapa bangunan dan fasilitas penunjang lainnya sudah mengalami penurunan kualitas, 2) rendahnya kemampuan pembiayaan dalam pemeliharaan bangunan-bangunan yang ada,3) tidak tersedianya rencana dan dokumen teknis pemeliharaan bale banjar,4) aparatur dinas maupun adat tidak memiliki kemampuan untuk menyusun rencana dan dokumen teknis. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode; 1) Metode Focus Group Discussion (FGD), 2) Metode Survey Lapangan, 3) Metode Teknis Perencanaan dan Perancangan. Hasil dari kegiatan PkM ini berupa gambar rencana teknis revitalisasi Bale Lantang dan Proposal Permohonan Bantuan Pembiayaan.
Downloads
References
A. S. Sadana, “Peran Citra Visual terhadap Daya Tarik Kawasan Wisata Malioboro.,” Universitas Pancasila, Jakarta, 2016.
A. Nurkholis, A. Suci, A. Abdillah, A. S. Widiastuti, A. D. Rahma, D. A. Maretya, G. A. Wangge dan Y. Widyaningsih, “Revitalisasi Kawasan Wisata Pesisir Samas, Kabupaten Bantul,” Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2016.
B. J. Mokalu, “Revitalisasi Pantai Prahara Bagi Perempuan Pedagang Kuliner Tradisional Di Pantai Malalayang 2 Manado,” Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, pp. 92-105, 2016.
I. G. A. Pradipta, S. M. Sarwadana dan N. L. M. Pradnyawathi, “Persepsi dan preferensi masyarakat terhadap taman rekreasi bantaran Sungai Loloan Sanur,” Jurnal Arsitektur Lansekap, pp. 194-201, 2018.
I. G. B. N. Sena, “Penilaian Kualitas Restoratif Kawasan Pariwisata Sanur Berdasarkan karakterristik Wisatawan,” Universitas Brawijaya, Malang, 2017.
L. Gay, Educational Research: Competencies For Analysis and Applications, Florida: Pearson Education, Inc, 2012.
L. N. Groat dan D. Wang, Architectural Research Methods, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2013.
N. P. A. A. Dewi dan I. P. Anom, “Peranan Desa Adat Intaran Dalam Pengelolaan Pantai Mertasari Kecamatan Denpasar Selatan,” Jurnal Destinasi Pariwisata, pp. 56-60, 2017.
N. W. Nurwarsih dan I. K. M. Wijaya, “Setting Ruang Komunal di Sepanjang Pantai Sanur, Bali,” Arcade, pp. 108-116, 2019.
N. K. Widiastri, I. K. Suwena dan L. Dewi, “Faktor-faktor Psikologis Wisatawan Mancanegara Dalam Berwisata Sepeda Di Kawasan Pantai Sanur Bali,” Jurnal IPTA, vol. Vol. 6 No. 2, no. 2018, pp. 133-139, 2018.
Rustiadi, Krisna dan W. Sutapa, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia, 2009.
S. S. Efendi, I. B. S. Dharma dan K. Suputra, “Evolusi Perubahan Garis Pantai Setelah Pemasangan Bangunan Pantai,” Jurnal Spektran, pp. 65-74, 2015.
Subagiyo, A. Ali dan M. Ichwan, “Dampak Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Donggala Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar,” Jurnal Katalogis, pp. 117-128, 2017.
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, Bandung: Alfabeta, 2013.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 I Nyoman Nuri Arthana , Putu Siskha Pradnyaningrum, Ni Made Widya Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













