Pendampingan Kader Kesehatan Dan Keluarga Dalam Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Bahan Olahan Makanan Pencegahan Stunting Di Desa Sukorejo Tunjungan Blora
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1866Keywords:
Stunting, daun kelor, balita, keluargaAbstract
Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Pemerintah mengupayakan untuk percepatan penurunan angka stunting. Pemberian asupan nutrisi yang kurang tepat, akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita jangka panjang, bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dapat dibuat dari bahan pangan lokal sehingga balita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan usianya. Kelor merupakan bahan pangan yang kaya akan zat gizi makro dan mikro. Kandungan nilai gizi yang tinggi dalam daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu menyusui dan balita dalam masa pertumbuhan. Tujuan: Terbentuknya kader kesehatan dan Keluarga yang efektif dalam pengetahuan, dan ketrampilan dalam pencegahan stunting sertapemanfaatan kearifan lokal dari tanaman alam daun kelor (moringa oleifera) sebagai bahan olahan makanan pencegahan stuntingdi desa binaan Sukorejo Kec. Tunjungan Kab. Blora. Metode: Penyuluhan, refresing kader, pendampingan, dan demonstrasi pemanfaatan kearifan lokal dari tanaman alam daun kelor (moringa oleifera) sebagai bahan olahan makanan pendamping pencegahan stunting. Hasil: Didapatkan sebagian besar peserta menyatakan materi refresing bagus (88,4%), ketepatan waktu cukup (68,6%), suasana bagus (80,1%), kelengkapan materi bagus (80,5%), media atau alat bantu bagus (70,2%). Evaluasi sikap berupa keaktifan kader bagus (82,1%). Evaluasi psikomotor berupa mandiri dalam pemanfaatan kearifan lokal dari tanaman alam daun kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Bahan Olahan Makanan Pencegahan Stunting, yaitu Nugget Ayam Daun Kelor (80 %), Moringa Egg Roll / Egg Roll Daun Kelor (85 %), Cookies Enak Daun Kelor (80 %), dan Yoghurt Daun Kelor (78%).
Downloads
References
Achkovska Leshkovska, E., & Miovska Spaseva, S. (2016). John Dewey’s Educational Theory And Educational Implications Of Howard Gardner’s Multiple Intelligences Theory. International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education (IJCRSEE), 4(2), 57–66. https://doi.org/10.5937/IJCRSEE1602057A
Arisman. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran;EGC; 2010.
Azmy U., & Mundiastuti L. (2018). Konsumsi Zat Gizi Pada Balita Stunting Dan Non-Stunting Di Kabupaten Bangkalan. Amerta Nutrition, 2(3), 292–298.Https://Doi.Org/10.20473/Amnt.V2.I3.2018.292-298
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A Review Of Child Stunting Determinants In Indonesia. Maternal And Child Nutrition, 14(4), 1 –10. Https://Doi.Org/10.1111/Mcn.12617
Boateng, L., Quarpong, W., Ohemeng, A., Asante, M., & Steiner-Asiedu, M. (2019). Effect Of Complementary Foods Fortified With Moringa Oleifera Leaf Powder On Hemoglobin Concentration And Growth Of Infants In The Eastern Region Of Ghana. Food Science And Nutrition, 7(1), 302–311. Https://Doi.Org/10.1002/Fsn3.890
Gebrezgi, D. (2019). Proximate Composition Of Complementary Food Prepared From Maize (Zea Mays), Soybean (Glycine Max) And Moringa Leaves In Tigray, Ethiopia. Cogent Food & Agriculture, 5(1). Https://Doi.Org/10.1080/23311 932.2019.1627779
Kang, Y., Strecher, V. J., Kim, E., & Falk, E. B. (2019). Purpose in life and conflict-related neural responses during health decision-making. Health Psychology, 38(6), 545–552. https://doi.org/10.1037/hea0000729
Kemenkes RI (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar. Libang Kemenkes RI
Kemenkes RI. Kualitas Manusia Ditentukan Pada 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Hari Aids Sedunia 2014. 2014;(Imd):2014.
Kemenkes RI. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kemenkes RI; 2010. f4
Larasati, D.A., Nindya, T.S. and Arief, Y.S., (2018). Hubungan antara Kehamilan Remaja dan Riwayat Pemberian ASI Dengan Kejadian Stunting
Permatasari, N. E. Dan A. C. A. (2018). Daya Terima Dan Kandungan Gizi (Energi, Protein) Gyoza Yang Disubstitusi Keong Sawah (Pilaampullacea) Dan Puree Kelor (Moringa Oleifera). Daya Terima Kandungan Gizi, 62–70. Https://Doi.Org/10.20473/Mgi.V13i1.62
Pulungan, Aman B; Madarina, Julia; Batubara, Jose RL; Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting Di Indonesia. Journal Of Political Issues, 1 (1), 1–9. Https://Doi.Org/10.33019/Jpi.V1i1.2
Sengev, A. I., Abu, J. O., & Gernah, D. I. (2013). Effect Of ≪I≫Moringa Oleifera≪/I≫ Leaf Powder Supplementation On Some Quality Characteristics Of Wheat Bread. Food And Nutrition Sciences, 04(03), 270– 275. Https://Doi.Org/10.4236/Fns.2013.43036
Wahyudi Isnan dan Nurhaedah M. 2017. Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera lamk.) Bagi Masyarakat. Makassar.
WHO. (2014). Global Nutrition Targets 2025 Stunting Policy Brief.
Rochmawati. (2010). Hubungan Keaktifan Kader Kesehatan Dengan Pengembangan Program Desa Siaga Di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. Http://Eprint.Uns.Ac.Id Diakses Tanggal 29 Agustus 2024.
Zulkifli, (2013). Posyandu Dan Kader Kesehatan http://library.usu.ac.id/index.php/component/journals/index. Diunduh 28 Agustus 2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 M. Zainal Abidin, Agus Prasetyo, Siswoko Siswoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













