Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Edukasi dan Pembentukan Kader Remaja Sehat di MA. Al Manar Prambon Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i11.1967Keywords:
kesehatan reproduksi, kader remaja sehat, remaja sehat, pengabdian masyarakat, program kesehatan reproduksi remajaAbstract
Latar belakang: Kesehatan reproduksi remaja mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan sekadar bebas dari penyakit atau kecacatan terkait sistem reproduksi pada usia remaja. WHO mendefinisikan remaja sebagai individu dalam tahap transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, dengan rentang usia 10-19 tahun. Saat ini, remaja di Indonesia menghadapi peningkatan risiko kesehatan, terutama dalam kesehatan seksual dan reproduksi. Pendekatan edukasi melalui kader sebaya dan pelatihan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. MA Al Manar, sebagai sekolah dengan mayoritas siswa berasal dari pondok pesantren, menjadi lokasi potensial untuk pengembangan program kesehatan reproduksi remaja yang lebih komprehensif. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehtan reproduksi remaja. Metode : Pengabdian Mayarakat ini menerapkan Pre test, post test, pemberian materi melalui penyuluhan, dan pembentukan kader remaja sehat yang fokus pada kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Penyuluhan dan pembentukan kader remaja sehat yang dilakukan di MA Al Manar Prambon Nganjuk selama 2 hari berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader remaja sehat mengenai kesehatan reproduksi.
Downloads
References
BKKBN. (2021). Laporan tahunan kesehatan reproduksi remaja. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
BPS. (2017). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Badan Pusat Statistik.
BPS. (2020). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Dinkes Kab. Nganjuk. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Nganjuk tahun 2017. Dinkes Kab. Nganjuk.
Fidora, I., & Anisa, S. U. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahua remaja. 5(2), 73–82.
Kurniawan, R., Nuswatul, K., Turakulov, I., & Nurmiaty. (2024). Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Remaja di Pantoloan Boya, Kota Palu | Request PDF. ResearchGate. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i12.16578
Mubarok, Z., & Anwar, C. (2019). Peran kader sebaya dalam edukasi kesehatan remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–55.
Nihaya, M. (2024). (PDF) Edukasi Kesehatan Reproduksi dalam Pendidikan Islam: Pendekatan untuk Remaja. ResearchGate. https://doi.org/10.35931/ak.v4i2.4182
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.
Setiawati, D., Ulfa, L., & Kridawati, A. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap Remaja tentang Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(04), 322–328. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i04.1453
UNICEF. (2019). Adolescents: An age of opportunity. United Nations International Children’s Emergency Fund.
WHO. (2020a). Adolescent health and development. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/adolescent-health-and-development
WHO. (2020b). Peer education and adolescent health. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rize Budi Amalia, Putri Utami Sukmawardani, Ratna Dwi Jayanti , Ivon Diah Wittiarika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












