Pelatihan Berbicara di depan Umum atau Public Speaking untuk Seniman di Sanggar Seni Reak Tibelat Cibiru Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i11.2007Keywords:
sanggar seni, public speaking, wisatawanAbstract
Sanggar Seni Reak Tibelat adalah sebuah komunitas seni yang berdedikasi untuk melestarikan kesenian Reak, sebuah bentuk kesenian tradisional yang sempat hampir punah. Sanggar yang berada di Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat menampilkan seni pertunjukan tradisional yang menggabungkan unsur musik, tari, dan teater diantaranya perayaan adat. Seiring dengan meningkatnya popularitas Sanggar Seni Reak Tibelat, tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta budayawan yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kesenian Reak. Kehadiran wisatawan dan budayawan, terutama yang berasal dari luar negeri, memberikan tantangan baru bagi sanggar ini, terutama dalam hal komunikasi. Menghadapi tantangan ini, Tim Abdimas dari Telkom University berinisiatif untuk membantu dengan memfasilitasi pelatihan berbicara di depan umum atau public speaking 2 Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para seniman sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lebih baik dengan wisatawan asing, menjelaskan kesenian Reak, serta berbagi pengetahuan tentang budaya Sunda kepada dunia internasional. Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berberbicara di depan umum atau public speaking para seniman, tetapi juga memperkuat daya tarik Sanggar Seni Reak Tibelat sebagai destinasi wisata budaya yang terbuka untuk pengunjung dari seluruh dunia.
Downloads
References
Anandia, D., Firtikasari, M., Guru, P., Dasar, S., Putra, U. N., & Barat, J. (2023). Bandung the Function of Reak Arts for Children Today in Cibolerang. 3(1), 146–154.
Dermawan, W., Nur Alam, G., & Azmi, F. (2023). Penguatan Seni Tradisional Reak Sebagai Warisan Budaya Daerah Di Kecamatan Jatinangor Jawa Barat. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 238–244. https://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/article/view/43591
Fitratullah, M., Mahfud, I., & Nugroho, R. A. (2023). Pemberian Edukasi pengembangan diri Public Speaking di desa Sidomulyo Sumberejo Tanggamus. Journal of Engineering and Information Technology for Community Service, 2(1), 56–59.
Nurcandrani, P. S., Asriandhini, B., & Turistiati, A. T. (2020). Pelatihan Public Speaking untuk Membangun Kepercayaan Diri dan Keterampilan Berbicara pada Anak-Anak di Sanggar Ar-Rosyid Purwokerto. Jurnal Abdi MOESTOPO, 03(01), 27–32. https://doi.org/10.32509/am.v3i01.979
Oktavianti, R., & Rusdi, F. (2019). Belajar Public Speaking Sebagai Komunikasi Yang Efektif. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 2(1), 117–122. https://doi.org/10.24912/jbmi.v2i1.4335
Purnama, H., Astuti, S. W., Imran, A. I., Gede, S., & Devi, N. P. (2023). Literasi Digital Safety Bagi Anggota Pramuka Kwarcab Kota Bandung. 2(5), 1279–1286.
Rohendi, H. (2016). Fungsi Pertunjukan Seni Reak di Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi. Pendidikan Dan Kajian Seni, 1(1), 54–65.
Setyowati, R., Wibowo, A., & Mulyadi, F. P. (2023). Pelatihan Peningkatan Kompetensi Public Speaking dan Komunikasi Bahasa Inggris untuk Pemandu Wisata di Desa Berjo Karanganyar. Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 12–15. https://doi.org/10.56457/dinamika.v1i1.361
Seva, K., & Siga, W. D. (2022). Penerapan_Konsep_Gamifikasi_Nilai_Filosofis_Seni_R. 2, 61–68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dedi Kurnia Syah Putra, Sri Wahyuning Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












