Promosi Pelayanan Kebidanan Sebagai Layanan Primer Pencegahan Stunting Melalui Status Gizi dan Pendidikan Keluarga

Authors

  • Zilfi Yola Pitri Universitas Prima Nusantara Bukittinggi, Indonesia
  • Adiva Syafira Arla Universitas Prima Nusantara Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i6.213

Keywords:

Pencegahan, Stunting, Pendidikan Keluarga

Abstract

Masalah Stunting pada anak bertubuh pendek di Sumatera Barat (Sumbar) Semakin meluas, 3 daerah di sumbar yang menjadi penyebaran tertinggi kasus stunting yaitu Pasaman, kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok. Berdasarkan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) BKKBN dengan pemerintah daerah Sumbar menjelaskan, stunting juga disebabkan kurangnya asupan gizi dan pola asuh yang salah pada anak. Untuk itu BKKBN akan memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu yang memiliki bayi. Tujuannya agar para ibu benar-benar memberikan gizi yang cukup pada anak mereka.  Oscar menambahkan, dalam RPJMN 2020-2024 penekanan angka stunting ditargetkan menjadi 19% pada 2024 dari yang saat ini 30,8%. Upaya ini harus dilakukan dengan semaksimal mungkin dengan intervensi gizi spesifik dan sensitive. Stunting selain bereziko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan terhadap penyakit pada anak, stunting juga menyebabkan dengan metode kegiatan memberikan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat dengan cara penyuluhan ditengah-tengah masyarakat tentang pencegahan stunting dimana stunting dapat menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa yang akan datang. Dengan melihat permasalahan ini, maka program pokok pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar dapat mencegah dan mengatasi masalah stunting. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu, keluarga memiliki pengetahuan tentang: (a) pengertian stunting dan ciri-cirinya; (b) penyebab terjadinya stunting; (c) dampak stunting; (d) cara mencegah dan mengatasi stunting; dan (e) cara meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprianti, A., Farhat, Y., & Rijanti, R. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kehadiran ibu menimbang anak balita di posyandu wilayah kerja puskesmas alalak tengah dan puskesmas s. Parman kota banjarmasin. Jurnal Skala Kesehatan, 5(1).

Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty. M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak Bajita di wilayah pedesaan dan perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehat. Vol.3, Edisi 1:163– 170.

Fauziah, N. L. (2019). Implementasi Manajemen Peserta Didik Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Kamil Bandar Jaya Lampung Tengah (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Izwardy, Doddy. (2019). Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementrian Desa. (2017). Buku Saku Stunting Desa Dalam Penanganan Stunting. Jakarta.

Mentari, S., & Hermansyah, A. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status stunting anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPK puskesmas Siantan Hulu. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(1), 1-5.

Muslimin. B, Abdul Gafur, Muh. Azwan, Dian Meiliani Yulis. (2020). Pengetahuan Ibu Belita Dalam Pengendalian Stunting Di Sulawesi Selatan. UNM Environmental Journal. Vol. 3, Edisi 2: 60-80

Mustamin, dkk, (2018), Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Bajita Di Provinsi Sulawesi Selatan, Media Gizi Pangan, Vol. 25, Edisi 1,

Muthia, G., Edison, E., & Yantri, E. (2020). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Ditinjau dari Intervensi Gizi Spesifik Gerakan 1000 HPK Di Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).

Pratiwi, R. D., Martini, N. K., & Nyandra, M. (2021). Peran ibu dalam pemberian makanan bergizi pada balita status gizi baik yang kesulitan makan. Jurnal Kesehatan, 14(2), 119-125.

Safitri, E., Srianto, P., & Sardjito, T. (2009, November). Unnatural Forced Moulting in The Laying Hen as Cause of Zoonosis from Salmonella Enteritidis. In Proceeding 10th Congress and International Conference of Indonesian Society for Microbiology (pp. 493-500). Indonesian Society for Microbiology & Airlangga University Surabaya.

Sekwapres. (2018). Stranas Percepatan Pencegahan Anak Kerdil tahun 2018-2024, Jakarta

TNP2K. 2017. “100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Penanganan Anak Kerdil (Stunting). Pertama. (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, ed.). Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Trihono, T., Atmarita, A., Tjandrarini, D. H., Irawati, A., Nurlinawati, I., Utami, N. H., & Tejayanti, T. (2015). Pendek (stunting) di Indonesia, masalah dan solusinya. Lembaga Penerbit Badan Litbangkes.

Downloads

Published

2023-08-09

How to Cite

Pitri, Z. Y., & Arla, A. S. (2023). Promosi Pelayanan Kebidanan Sebagai Layanan Primer Pencegahan Stunting Melalui Status Gizi dan Pendidikan Keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(6), 600–605. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i6.213

Issue

Section

Articles