Pendampingan Pembuatan Kompos Kulit Kopi pada Petani Kopi di Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong

Authors

  • Deni Agus Triawan Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Ria Nurwidiyani Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Doni Notriawan Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Siska Mawarti Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i1.2163

Keywords:

kulit kopi, kompos, EM4

Abstract

Tingginya produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu menghasilkan kulit kopi yang cukup besar (40% - 50%). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pembuatan kompos pada masyarakat petani kopi di Desa Watas Marga, Rejang Lebong guna mengoptimalkan potensi kulit kopi yang merupakan hasil samping pada proses pengolahan kopi. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya penyampaian informasi, diskusi dan tanya jawab seputar proses pembuatan kompos dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos dari kulit kopi. Pembuatan kompos didasarkan dengan bantuan bakteri pengompos yaitu starter EM4. Komposisi kompos yang dibuat dengan dengan variasi kulit kopi : kotoran sapi berturut-turut 80:20 dan 50:50. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi ditunjukkan dengan keaktifan saat penyampaian informasi maupun saat praktik pembuatan kompos. Kompos yang dihasilkan memiliki kandungan hara yang sesuai untuk pupuk pertanian. Evaluasi saat kegiatan dapat diketahui bahawa terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan dibandingkan sebelum kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dapat menjadi solusi dalam optimalisasi potensi kulit kopi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika diproduksi dalam skala yang lebih besar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrizon. (2015). Potensi kulit kopi sebagai bahan baku pupuk kompos di Propinsi Bengkulu. Agritepa, II(1), 21–32. https://doi.org/https://doi.org/10.37676/agritepa.v2i2.179

Agus, C., Faridah, E., Wulandari, D., & Purwanto, H. (2014). Peran Mikroba Starter dalam Dekomposisi Kotoran Ternak dan Perbaikan Kualitas Pupuk Kandang. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(2), 179–187. https://doi.org/10.22146/jml.18542

Amri, A. I., Armaini, A., & Amindo Purba, M. R. (2018). Aplikasi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Dolomit Pada Medium Sub Soil Inceptisol Terhadap Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama. Jurnal Agroteknologi, 8(2), 1. https://doi.org/10.24014/ja.v8i2.3349

Kamarullah, N., Dwi Wahyu Purwiningsih, H, H., Laudo, K., Bano, E. H., & Derlen, Z. A. (2022). Perbandingan Berbagai Mikroorganisme Lokal (Mol) Pada Proses Pengomposan Secara Anaerobik. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Terpadu, 1(2), 53–58. https://doi.org/10.53579/jitkt.v1i2.25

Nanda Lakaoni, L., Dewi Triastianti, R., Muyasaroh, N., & Nasirudin, N. (2022). Pengaruh Penambahan Em4 Pada Pengomposan Ampas Kulit Lada Putih (Piper Nigrum, L) Terhadap Kandungan Npk. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 22(1), 52–63. https://doi.org/10.37412/jrl.v22i1.135

Napitupulu, R., Rusmarini, U. K., & Hartati, R. M. (2023). Pemberian Kompos Kulit Kopi pada Beberapa Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah. Agritech: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 25(1), 121–131.

Nurlianti, & Prihanani. (2018). Peran Dekompeser dalam Pembuatan Kompos dari Limbah Padi dan Limbah Sawit. Jurnal Agroqua, 16(1), 32–41.

Saraswati, R., Saraswati, R., & Praptana, R. H. (2017). Acceleration of Aerobic Composting Process Using Biodecomposer. Perspektif, 16(1), 44–57. https://doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017

Syahputra, D., Rusli Alibasyah, M., Arabia, T., Pascasarjana Prodi Konservasi Sumberdaya Lahan Universitas Syiah Kuala, M., Aceh, B., Pertanian Unsyiah, F., Tgk Hasan Krueng Kalee No, J., & Banda Aceh, D. (2015). Pengaruh Kompos Dan Dolomit Terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol Dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril) PADA LAHAN BERTERAS Effect of Compost and Dolomite on some Chemical properties of Ultisol and Soybean Yields (Glycine max L. Merrill) on Terrace La. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 4(1), 535–542.

Triawan, D. A., Banon, C., & Adfa, M. (2020). Biokonversi Kulit Kopi Menjadi Pupuk Kompos Pada Kelompok Tani Pangestu Rakyat Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas, 5(2), 159–165. https://doi.org/10.31602/jpaiuniska.v5i2.2817

Triawan, D. A., Fitriani, D., & Nesbah, N. (2020). Pembuatan Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga Di Perumahan Bukit Dewa Residence Kota Bengkulu. Jurnal Dharma Bakti-LPPM IST AKPRIND Yogyakarta, 3(1), 73–79.

Downloads

Published

2025-03-17

How to Cite

Triawan, D. A., Nurwidiyani, R., Notriawan, D., & Mawarti, S. (2025). Pendampingan Pembuatan Kompos Kulit Kopi pada Petani Kopi di Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(1), 150–155. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i1.2163

Issue

Section

Articles