Rancangan Ruang atau Kabinet Penurun Kadar Air Dengan Mempertimbangkan Suhu Ruang di UMKM Sayyid Madu

Authors

  • Edo Rantou Wijaya Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Khairul Akli Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Indah Kurnia Ramadhani Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Nadhilah Zahrina Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Nurike Oktavia Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Kushisa Atta Jaeba Politeknik ATI Padang, Indonesia
  • Nadya Rishelin Politeknik ATI Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i1.2174

Keywords:

Dehumidifier, Ekspor, Madu, Kadar Air, UMKM

Abstract

Sayyid Madu merupakan UMKM yang memproduksi madu Trigona sp. berkualitas yang berdiri pada tahun 2021. Sayyid Madu memproduksi madu Dorsata, Galo-galo dan Melifera yang dipanen langsung dari hutan yang berada di Wilayah Sumatera Barat dengan hasil panen 100-200 kg. Produk madu Sayyid Madu masih memiliki kadar air yang tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM Sayyid Madu saat ini yaitu bagaimana memenuhi kriteria pelanggan besar yang memiliki harapan bahwa madu yang dihasilkan harus memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Ekspor terutama untuk Madu Dorsata yang merupakan madu dengan permintaan terbanyak. Produk madu Dorsata dan madu Galo-galo masih memiliki tingkat kadar air yang tinggi untuk diterima pasar nasional dan internasional, sedangkan Madu Melifera sudah memenuhi kriteria kadar air SNI dan ekspor di ambang batas terbawah. Saat ini Sayyid Madu masih belum mampu melakukan tindakan untuk memenuhi kriteria kadar air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut tim dosen Politeknik ATI Padang menawarkan bantuan penyelesaian permasalahan untuk menurunkan kadar air tersebut. Usulan penyelesaian permasalahan oleh tim dosen Politeknik ATI Padang yaitu dengan merancang ruang/kabinet kedap udara yang mampu menurunkan kadar air madu dengan metode dehumidifier, karena ideal untuk menjaga kualitas madu dibandingkan metode menggunakan panas. Berdasarkan hasil pengukuran kadar air, Ruang/kabinet yang dibuat mampu menurunkan kadar air hingga memenuhi standar ekspor pada rentang 17-20%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z., Thamrin, G. A., Naemah, D., & Faisal Mahdie, M. (2021). Pengembangan Usaha Budidaya Lebah Madu Kelulut Assyifa. 3.

Budiman, I., & Mulyadi. (2019). Peningkatan kualitas mutu madu kelulut (Trigona sp.) menggunakan mesin venturi dan dehumidifier untuk meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa Madurejo, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat), 1, 61–66.

Harmen, Syah, B., & Yose Sebastian. (2018). Rancang Bangun Mesin Penurun Kadar Air Sistim Penyemprotan Madu Panas Melewati Udara Bergerak Didalam Ruang Dingin (Rh Rendah). 347–356. http://jurnal.polinela.ac.id/index.php/PROSIDING

Ismail, K., Rohmah, M., & Ayu Pratama Putri, D. (2023). Peranan UMKM dalam Penguatan Ekonomi Indonesia. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 7(2), 208–217. https://doi.org/10.31851/neraca.v7i2.14344

Karnia, I., Hamidah, S., Abdul, G., & Thamrin, R. (2019). Pengaruh masa simpan madu kelulut (Trigona sp) terhadap kadar gula pereduksi dan keasaman. Jurnal Sylva Scienteae, 02(6), 1094–1099.

Lukman, Hardiansyah, G., & Siahaan, S. (2020). Potensi Jenis Lebah Madu Kelulut (Trigona spp) untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, 8(4), 792–801.

Masruroh Ika, Andrean, R., & Arifah, F. (2021). Peran Pemerintah dalam Mengatasi Dampak Pandemi Covid-19 Bagi UMKM di Indonesia. Journal of Innovation and Knowledge, 1(1), 41–48.

Munthe, A., Yarham, M., & Siregar, R. (2023). Peranan Usaha Mikro Kecil Menengah Terhadap Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi (JEBMAK), 2(3), 593–614.

Sagaf, M., Syakhroni, A., & Khoiriyah, N. (2022). Analisa Pengurangan Kadar Air Madu Klanceng Menggunakan Metode Dehumidifikasi. Jurnal Disprotek, 13(1), 21–27. https://doi.org/10.34001/jdpt.v12i2

Savitri, E., Prayitno, A., & Hadi, S. (2019). Peningkatan Kualitas Madu Dari Kampung Madu Lumbang Probolinggo Dengan Penerapan Teknologi Dehumidifikasi.

Suhesti, E., Roni, Y., Yanti, R. N., Ningsih, A. T., & Hadinoto. (2023). Kualitas Dan Preferensi Konsumen Terhadap Madu Lebah Apis Mellifera L. Dan Apis Dorsata F. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 40(2), 87–96. https://doi.org/10.55981/jphh.2023.766

Syamsul, T. D., Lala, & Syaharuddin. (2022). Kandungan Fitokimia, Polifenol Dan Flavonoid Madu Trigona (Tetragonula Biroi) Bone, Sulawesi-Selatan. Journal Of Training And Community Service Adpertisi (JTCSA), 2, 62–70. http://jurnal.adpertisi.or.id/index.php/JTCSA/

Uslinawaty, Z., Pujirahayu, N., Hadjar, N., Laksananny, S. A., & Nikoyan, A. (2023). Sosialisasi Peningkatan Kualitas Madu Menggunakan Metode Dehumidifier Untuk Penurunan Kadar Air. Jurnal Ecoforest, 1, 21–28.

Downloads

Published

2025-03-21

How to Cite

Wijaya, E. R., Akli, K., Ramadhani, I. K., Zahrina, N., Oktavia, N., Jaeba, K. A., & Rishelin, N. (2025). Rancangan Ruang atau Kabinet Penurun Kadar Air Dengan Mempertimbangkan Suhu Ruang di UMKM Sayyid Madu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(1), 213–219. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i1.2174

Issue

Section

Articles