Pelatihan Perpajakan dan Membangun Jaringan Usaha Koperasi bagi Anggota Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Tegal
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i2.2204Keywords:
Pelatihan, Perpajakan, Koperasi, Dekompinda, TegalAbstract
Fungsi dan peran koperasi adalah membangun dan mengembangkan potesi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Koperasi dalam menjalankan kegiatannya berlandaskan prinsip gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong. Tujuan dalam kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pelaporan perpajakan dan membangun jaringan usaha koperasi. Upaya penguatan dan peningkatan kapasitas, peran dan inisiatif koperasi dalam pelaporan perpajakan dan membangun jaringan usaha koperasi. Metode pengabdian ini menggunakan lima tahap, empat tahap diantara yakni pemaparan materi dan satu tahap konsultasi/klinis dalam Manajemen sumber daya manusia (SDM), Keuangan, dan pengembangan usaha (ekonomi). Pelaksanaan program Pelatihan bagi koperasi sebagai anggota DEKOPINDA kota Tegal dalam penguatan administrasi khususnya akuntansi koperasi, pengembangan usaha, dan pelaporan perpajakan bagi koperasi dengan tujuan sesuai pemasukan/pendapatan bagi koperasi. Mereka sangat terbantu dengan adanya diskusi dan sebagian kegiatan koperasi telah dilaksanakan, walaupun dalam administrasi pembukuan masih secara sangat sederhana.
Downloads
References
Aldrich, H.E., Fiol, C.M. (1994). Fools rush in? The institutional context of industry creation. Acad. Manage. Rev. 19, 645–670
Anora, Pandji (2002) Koperasi, Kewirausahaan dan usaha kecil. Penyalur Tunggal. Rineka Cipta. Hlm 23
Astarani, J. 2014. “Penggunaan Tecnology Acceptance Model dalam Mengetahui Tingkat Penggunaan Informasi Akuntansi pada UKM di Kota Pontianak”, Agustus 2014. Vol. 3. No.1. Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura.
Chaniago, Arifin (1983): Ekonomi dan koperasi. CV. Rosda Bandung. Hlm 29
Davis, G.F.dan Cobb, J.A. (2009). Resource Dependence Theory: Past and Future Research in the Sociology of Organizations. April 1, 2009.
Enceng, Enceng; Djohan, Djabaruddin (2014) Perkoperasian. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Hlm 1.10-1.11
Hage, J., dan Michael Aiken. (1970). Social Change in Complex Organizations New York: Random House
Hamilton, R.T. dan Shergill, G.S. (1992). The Relationship Between Strategy Structure Fit and Financial Performance in New Zealand: Evident of Generality and Validity with Enhanced Control. Journal of Management Studies. 29. P. 95-113
Hans, Prinsip-prinsip Koperasi dan Undang- undang Koperasi, Direktorat Jendral Koperasi 1980
Hendar & Kusnadi (2005): Ekonomi Koperasi. Lembaga Penerbit FEUI hlm. 18-23 O’Sullivan, Arthur (2003). Economics: Principles in action. Upper Saddle River,
New Jersey 07458: Pearson Prentice Hall. Hlm 202 ISBN 0-13063085-3 Philip Kotler, 2002. Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Prehalindo, Jakarta.
Philip K, Kevin LK. Manajemen Pemasaran, edisi 13, jilid2, Erlangga.
Scott.M. and Bruce, V. (1987). Five Stage of Growth in Small Business. Long Range Planning. Vol. 20, No. 3, pp. 45-52.
Sitio, Arifin (2001). Koperasi: Teori dan Praktek. Erlangga. Hlm 26
Solihin, Ahmad; Lestari, Etty Puji (2014) Ekonomi Koperasi. Jakarta: Universitas Terbuka. Hlm 3
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1 September 2007. Penerbit Salemba. Hlm 27
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Budi Susetyo, Agnes Dwita Susilawati, Yuniarti Herwinarni, Juli Riyanto Tri Wijaya, Sumarno Sumarno, Mahben Jalil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












