Program Klinik Kesehatan Keliling Berkolaborasi dengan PT. Mifa Bersaudara dan UPTD Puskesmas Meureubo di Desa Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i4.2419Keywords:
klinik, kesehatan, keliling, masyarakatAbstract
Visi Indonesia sehat 2025 adalah tercapainya hak hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin hidup dalam lingkungan yang sehat, perilaku masyarakat proaktif memelihara kesehatannya serta mampu melakukan akses dalam pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai yang 11 tertera dalam kebijakan pembangunan jangka panjang bidang kesehatan tahun 2005-2025. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh pendekatan, kebijakan, dan strategi program yang tepat serta sasaran yang jelas. Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi hadir sebagai solusi dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat, melibatkan tenaga kesehatan lintas profesi, serta berkolaborasi dengan pihak lokal. Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas merupakan hak dasar setiap individu. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat di daerah terpencil, pedesaan, maupun wilayah pinggiran kota yang menghadapi berbagai kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Program Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi hadir sebagai solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui program ini, layanan kesehatan dasar dapat dihadirkan langsung ke tengah-tengah masyarakat, dengan melibatkan berbagai pihak seperti tenaga kesehatan lintas profesi, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terkait Program Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi antara Puskesmas dan PT. Mifa meningkatkan akses layanan kesehatan dasar secara langsung ke masyarakat di wilayah kerja terwujudnya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara Puskesmas dan PT. Mifa sebagai mitra klinik kesehatan keliling, peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan program prioritas melalui kolaborasi yang terstruktur, Peningkatan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi, penguatan jejaring, terwujudnya pelayanan kesehatan yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Downloads
References
Amraeni, Y. and M. Nirwan (2021). Sosial Budaya Kesehatan Dan Lingkungan Masyarakat Pesisir Dan Tambang, Penerbit NEM.
Gayo, A. A. (2020). "Optimalisasi pelayanan bantuan hukum bagi masyarakat miskin." Jurnal Penelitian Hukum De Jure 20(3): 409-433.
Hidayati, S. and S. KM (2024). "Pengantar ilmu." Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat
Kemenkes RI, 2014, Profil Kesehatan Indonesia, Depkes RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015. Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI
Maulani, G., et al. (2024). Manajemen Pelayanan Publik, Cendikia Mulia Mandiri.
Nasrul Zaman, S. (2025). Public Health For Sustainable Development: Keadilan, Tantangan dan Kolaborasi Masyarakat Global, Feniks Muda Sejahtera.
Neherta, N. M. (2023). Intervensi Pencegahan Stunting (Pendekatan Terpadu untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan pada Anak), Penerbit Adab.
PERMENKES No.43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (2019), (c), pp. 1–43.
Sentanu, I. G. E. P. S., et al. (2024). Mengelola Kolaborasi Stakeholder Dalam Pelayanan Publik, PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
Sulaiman, E. S. (2021). Manajemen kesehatan: Teori dan praktik di puskesmas, Ugm Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zakiyuddin Zakiyuddin, T. Alamsyah, Yarmaliza Yarmaliza, Fitriani Fitriani, Teungku Nih Farisni, Safrizal Safrizal, Fitrah Reynaldi, Hasrah Junaidi, Tiara Aniska, Rinaldy Rinaldy, Ambia Nurdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












