Psikoedukasi Anti-FOMO: Membangun Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

Authors

  • Dina Hidayati Hutasuhut Universitas Muslim Nusantara Alwashliyah Medan, Indonesia
  • Dinda Yarshal Universitas Muslim Nusantara Alwashliyah Medan, Indonesia
  • Juli Yanti Harahap Universitas Muslim Nusantara Alwashliyah Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i4.2445

Keywords:

FOMO, Psikoedukasi, Kesehatan Mental

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak terjadi pada remaja akibat tingginya penggunaan media sosial dan arus informasi digital yang tidak terbendung. FOMO dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan penurunan harga diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi kepada remaja guna meningkatkan kesadaran mereka terhadap bahaya FOMO dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SMA di Kota Medan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi refleksi diri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep FOMO dan strategi mengelolanya. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membangun ketahanan mental remaja di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A.Pratiwi and A. Fazriani, “Hubungan antara fear of missing out (Fomo) dengan kecanduan media sosial pada remaja pengguna media sosial,” J. Kesehat., vol. 9, no. 1, pp. 1–13, 2020, doi: 10.37048/kesehatan.v9i1.123.

Khalida Zia Br Siregar, Eka Wahyuni, and Happy Karlina Marjo, “Literature Review: Intervensi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental,” G-Couns J. Bimbing. dan Konseling, vol. 8, no. 3, pp. 1706–1715, 2024, doi: 10.31316/gcouns.v8i3.6133.

Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014

N. A. Safarina, S. Safuwan, R. Dewi, and C. I. Zahara, “Psikoedukasi Writing for Happiness ‘Menulis Ekspresif Untuk Mencapai Kesehatan Mental Yang Optimal,’” J. Pendidik. dan Pengabdi. Masy., vol. 5, no. 3, pp. 215–219, 2022, doi: 10.29303/jppm.v5i3.3756.

N. Khotmi et al., “Meningkatkan Kesadaran Remaja terhadap Permasalahan yang dihadapi Melalui Psikoedukasi,” no. 4, pp. 110–119, 2024.

N. S. Mudawamah, “Perilaku Pengguna Internet : Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Perpustakaan Dan Ilmu,” BIBLIOTIKA J. Kaji. Perpust. dan Inf., vol. 4, no. 1, pp. 107–113, 2020, [Online]. Available: http://journal2.um.ac.id/index.php/bibliotika/article/download/14762/6000

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013).

R. Christina, M. S. Yuniardi, and A. Prabowo, “Hubungan Tingkat Neurotisme dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Pengguna Aktif Media Sosial,” Indig. J. Ilm. Psikol., vol. 4, no. 2, pp. 105–117, 2019, doi: 10.23917/indigenous.v4i2.8024.

Siti Habibah et al., “Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental dan Self Awareness Masyarakat,” Ekspresi Publ. Kegiat. Pengabdi. Indones., vol. 1, no. 3, pp. 23–39, 2024, doi: 10.62383/ekspresi.v1i3.224.

We Are Social, & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia [Laporan]. DataReportal.

Downloads

Published

2025-06-15

How to Cite

Hutasuhut, D. H., Yarshal, D., & Harahap, J. Y. (2025). Psikoedukasi Anti-FOMO: Membangun Kesehatan Mental Remaja di Era Digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(4), 1401–1404. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i4.2445

Issue

Section

Articles