Penerapan Self-Forgiveness Therapy untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada ODHA: Praktik Casework Pekerjaan Sosial di Yayasan Medan Plus
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i4.2453Keywords:
HIV/AIDS, self-acceptance, forgiveness therapy, social intervention, casework, penerimaan diri, terapi pemaafan, intervensi sosialAbstract
HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dan berdampak besar secara psikologis terhadap penderitanya, termasuk dalam hal kesulitan menerima diri. Kondisi ini sering diperparah oleh stigma sosial, penarikan diri, serta rasa bersalah yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas terapi pemaafan (self-forgiveness therapy) dalam meningkatkan penerimaan diri pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui praktik pendampingan sosial. Pendekatan yang digunakan adalah casework, yang terdiri dari empat tahap: penelitian, pengkajian, intervensi, dan terminasi. Praktik ini dilaksanakan secara langsung di Yayasan Medan Plus, Kota Medan, dengan subjek seorang klien ODHA yang mengalami penolakan terhadap diri sendiri. Terapi pemaafan diterapkan secara rutin selama 14 hari dengan pendekatan psikospiritual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penerimaan diri klien, keberanian mengekspresikan emosi, serta keterbukaan terhadap lingkungan sosial. Klien mulai menyadari nilai dirinya, membangun harapan masa depan, dan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif. Dengan demikian, terapi pemaafan terbukti efektif sebagai bentuk intervensi psikososial dalam mendukung pemulihan emosional dan peningkatan kualitas hidup ODHA.
Downloads
References
Adi, I. R. (2018). Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan). Jakarta : Rajawali Pers.
Anjainah, N. A. L., & Muhid, A. (2023). Efektivitas Forgiveness Therapy untuk Memperbaiki Tingkat Self-Acceptance pada Wanita Penderita Kanker Payudara: Literature Review. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(1), 80-88. https://doi.org/10.47467/as.v5i1.1860
Aurelina, R. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kadar cluster of differentiation 4 (CD4) pada pasien HIV/AIDS. Jurnal Medika Hutama, 2(01 Oktober), 308-313. https://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/96
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah. (2024). Hari AIDS Sedunia 2024. lampungtengahkab.bps.go.id. Diakses dari https://lampungtengahkab.bps.go.id/id/news/2024/12/01/1163/hari-aids-sedunia-2024.html
Burhan, R. F., Fourianalistyawati, E., & Zuhroni, Z. (2014). Gambaran kebermaknaan hidup orang dengan hiv/aids (odha) serta tinjauannya menurut Islam. Jurnal Psikogenesis, 2(2), 110-122. https://doi.org/10.24854/jps.v2i2.46
CNN Indonesia. (2023). Kasus HIV/AIDS di Sumut Capai 25.665, Medan Tertinggi. cnnindonesia.com. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20231216184525-20-1038176/kasus-hiv-aids-di-sumut-capai-25665-medan-tertinggi
Enright, R. D. (2019). Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.
Firmansyah, O. B. M., Bashori, K., & Hayati, E. N. (2019). Pengaruh terapi pemaafan dengan dzikir untuk meningkatkan penerimaan diri pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 5(1), 13-23. https://doi.org/10.19109/psikis.v5i1.2036
Forgiveness of Self, Others, and Situations. In Dispositional Forgiveness of Self, Others, and Situations
Gusti, R. P., & Farlina, M. (2016). Studi Fenomenologi Pengalaman Orang HIV/AIDS (ODHA) dalam Mendapatkan Dukungan Keluarga di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Jurnal Ners Keperawatan, 11(1).
Handayani, M. M., Ratnawati, S., & Helmi, A. F. (1998). Efektifitas pelatihan pengenalan diri terhadap peningkatan penerimaan diri dan harga diri. Jurnal psikologi, 25(2), 47-55.
Hasan, A. B. P. (2008). Pengantar Psikologi Kesehatan Islami. Jakarta: Rajawali Pers .https://doi.org/10.22146/jpsi.7504
Hurlock, E. . (1974). Personality Development. McGrawHill. Inc.
Kurniasih, (2007). Situasi HIV AIDS di Indonesia tahun 1987-2006: Pusat data dan informasi departemen kesehatan R.I. Jakarta 2006. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
Laura Yamhure Thompson, C. R. Snyder, Lesa Hoffman, Scott T. Michael, Heather N Rasmussen, Laura S. Billings, Laura Heinze, Jason E. Neufeld, Jessica C. Roberts, & D. E. R. (2005). ispositional
Nasronudin. (2007). HIV dan AIDS Pendekatan Biologi Molekuler, Klinis dan Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.
Ogden, J. (2007). Health Psychology. New York: Mc Graw Hill Open University
Purwadi, M. (2020). Hubungan Antara Pemaafan Dan Penerimaan Diri Pada Odha.
Putri, I. A. K., & Tobing, D. H. (2016). Gambaran Penerimaan Diri Perempuan Bali Pengidap HIV/AIDS. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 395–406.
Rakhmat, J. (2011). Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Aw, Sunarto.
Rohmatullailah, D., & Fikriyah, D. (2021). Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(1), 4. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29976
Satrio, A. B., & Muhid, A. (2021). Efektifitas Therapy pemaafan untuk meningkatkan Self Acceptance pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya, 2(4), 89-95. https://doi.org/10.31960/konseling.v2i4.1016
Snyder, C. R., & Lopez, S. J. (2007). Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strengths. Sage Publication, Inc.
Yulistianita, A. (2018). Penerimaan Diri Pada Orang Dengan HIV AIDS. Artikel Umum, 1-8. https://eprints.uad.ac.id/10637/1/PENERIMAAAN%20DIRI%20PADA%20ORANG%20DENGAN%20HIV%20AIDS.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tania Octa Violla, Fajar Utama Ritonga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












