Praktik Intervensi Mikro Berbasis Kekuatan (Strength-Based) untuk Anak di Rumah Pintar Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i4.2457Keywords:
intervensi mikro, pekerjaan sosial, anak terlantar, pendekatan berbasis kekuatan, praktik kerja lapanganAbstract
Praktik kerja lapangan ini bertujuan mendampingi anak dari kelompok rentan melalui intervensi berbasis kekuatan untuk mendukung perkembangan emosional, akademik, dan kreatif. Metode casework digunakan dalam empat tahap: penelitian, pengkajian, intervensi, dan terminasi. Kegiatan difokuskan pada journaling untuk dukungan emosional, belajar bahasa Inggris secara interaktif, dan melukis sebagai sarana ekspresi diri. Hasil menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keterbukaan emosional, dan semangat belajar klien. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi penguatan emosional dan penguatan potensi mampu mendorong tumbuh kembang anak secara holistik serta memperkaya pengalaman praktis mahasiswa dalam pekerjaan sosial.
Downloads
References
Adi, I. R. (2019). Kesejahteraan Sosial: Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, Dan Kajian Pembangunan. Rajagrafindo Persada.
Cowger, C. D. (1994). Assessing Client Strengths: Clinical Assessment For Client Empowerment. Social Work, 39(3). Https://Www.Jstor.Org/Stable/23717543
Effendi, L., Darwis, R. S., & Apsari, N. C. (2020). Potret Mantan Penderita Skizofrenia Ditinjau Dari Strength Perspective. Share : Social Work Journal, 10(1), 51–60. Https://Doi.Org/10.24198/Share.V10i1.26896
Graybeal, C. (2001). Strengths-Based Social Work Assessment: Transforming The Dominant Paradigm. Families Society: The Journal Of Contemporary Human Services, 82(3).
Ishartono, Rusyidi, B., & Raharjo, S. T. (2017). Potret Orang Miskin Dari Perspektif Kekuatan. 118share: Social Work Jurnal, 7(1), 46–3. Http://Www.Poverties.Org/Effects-Of-
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan. (2020). Penanganan Anak Terlantar Butuh Komitmen. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1990 Tentang Pengesahan Convention On The Rights Of The Child (Konvensi Tentang Hak-Hak Anak), Pub. L. No. 36 (1990).
Napsiyah, S., Arcadia, R. F. B., Syafa’at, D. F., Puspita, F. P., Ardiansyah, M. N., & Amalia, R. R. (2023). Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Dalam Mengembangkan Potensi Pemuda Di Kampung Krajan Desa Simpang. Jurnal Kesejahteraan Dan Pelayanan Sosial, 4(2), 182–196. Https://Doi.Org/10.52423/Jkps.V4i2.18
Ocktilia, H. (2020). Praktik Pekerjaan Sosial Berbasis Komunitas Dalam Penanganan Anak Terlantar Di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 19(1).
Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (2019). Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/129415/Permensos-No-5-Tahun-2019
Rahman, F. A., Kristiyanto, A., & Sugiyanto. (2017). Motif, Motivasi, Dan Manfaat Aktivitas Pendakian Gunung Sebagai Olahraga Rekreasi Masyarakat. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 16(2). Https://Doi.Org/Http://Dx.Doi.Org/10.20527/Multilateral.V16i2.4251
Rizaty, M. A. (2023). Kemendikbud: Ada 53,14 Juta Murid Di Indonesia Pada 2023/2024. Dataindonesia.Id.
Skidmore, R. A., Thackeray, M. G., & Farley, O. W. (1994). Introduction To Social Work. Prentice-Hall.
Sugiarto. (2021). Membentuk Karakter Anak Sebagai Generasi Penerus Bangsa Melalui Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Mubtadiin, 7(1).
Suyanto, B. (2010). Masalah Sosial Anak. Kencana Prenada Media Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Laila Putri, Tuti Atika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












