Edukasi Peran Satgas PPKS Guna Menghindari Terjadinya Masalah Kesehatan Berupa Cemas dan Depresi pada Mahasiswa Baru STIKes Husada Borneo

Authors

  • Firda Apriyanti STIKes Husada Borneo, Indonesia
  • Dedy Hermawan STIKes Husada Borneo, Indonesia
  • Atifa Dwi Rakhya Mountain STIKes Husada Borneo, Indonesia
  • Hatna Hatna STIKes Husada Borneo, Indonesia
  • Joneri Hantingan STIKes Husada Borneo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i5.2650

Keywords:

satgas PPKS, kekerasan seksual, cemas, depresi, pengetahuan

Abstract

Pelecehan seksual bisa dimulai dari ungkapan verbal yang tidak senonoh, perilaku tidak senonoh (mencolek, meraba, mengelus, memeluk), mempertunjukkan gambar porno/jorok, serangan dan paksaan yang tidak senonoh seperti memaksa mencium atau memeluk. Pelecehan seksual memiliki banyak efek buruk bagi psikologis korban yang dapat menyebabkan rasa takut, malu, marah, kacau, kebingungan, ketidakmampuan untuk bertindak, cemas, gangguan tidur, sulit konsentrasi, hilangnya rasa percaya diri, perasaan terisolasi (sendiri), self harm dan dapat berakhir pada depresi. Edukasi peran Satgas PPKS dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual guna menghindari terjadinya cemas dan depresi pada mahasiswa baru STIKes Husada Borneo ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang peran Satgas PPKS di lingkungan kampus tetapi juga mengajak agar bisa bersama mencegah terjadinya kekerasan seksual yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental. Pelaksanaan edukasi dievaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan kepada responden sebelum penyuluhan dimulai (pre-test) dan kemudian mengajukan pertanyaan kembali setelah penyuluhan selesai (post-test). Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa mahasiswa baru STIKes Husada Borneo yang sebelumnya memiliki pengetahuan yang kurang akhirnya memiliki pengetahuan yang baik dilihat dari pencapaian kegiatan pre test-post test. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru STIKes Husada Borneo dapat mempraktekkan ilmu yang didapatkan saat penyuluhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, I. A. A. (2019). Catcalling: Candaan, Pujian atau Pelecehan Seksual. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 4(2), 198-212.

Huwae, A. (2022). Penerapan Solution Focused Brief Counseling untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko. Karya Kesehatan Siwalima, 1(1), 7–13. 12.

Kemenkes. (2015). Infodatin Reproduksi Remaja. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Nurtjahyo, L.I., Shanti, T.I., Wulandari, W., Noer, K.U. & Buana, M. S. (2020). Naskah Akademik Pendukung Urgensi Draft Peraturan Menteri tentang Pencegahan dan Penanganan kekerasan seksual di Lingkungan perguruan tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi

Downloads

Published

2025-07-14

How to Cite

Apriyanti, F., Hermawan, D., Mountain, A. D. R., Hatna, H., & Hantingan, J. (2025). Edukasi Peran Satgas PPKS Guna Menghindari Terjadinya Masalah Kesehatan Berupa Cemas dan Depresi pada Mahasiswa Baru STIKes Husada Borneo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(5), 2087–2091. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i5.2650

Issue

Section

Articles