Pembuatan Jamu Sebagai Obat Tradisional Bersama Warga Pulau Panjang Kota Batam
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i5.2674Keywords:
Jamu, Obat Tradisional, Kunyit Asem, Edukasi KesehatanAbstract
Indonesia memiliki sekitar 7.000 spesies tumbuhan obat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Pulau Panjang, khususnya para ibu, mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu kunyit asam sebagai alternatif pengobatan kolesterol. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2024 di SD Negeri 005 Galang dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Sebelum kegiatan, dilakukan survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pemahaman yang rendah terhadap obat tradisional. Sebanyak 25 peserta hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan keinginan untuk mencoba membuat jamu sendiri. Demonstrasi dilakukan langsung oleh mahasiswa dari Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam dengan dukungan kader setempat. Setelah kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap manfaat obat tradisional, khususnya kunyit sebagai penurun kolesterol. Produk jamu yang telah dibuat dibagikan kepada peserta, serta diberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Kesimpulannya, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan efektif dalam memberikan edukasi serta meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional.
Downloads
References
BPOM. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 32 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional [Internet]. BPOM.
Deng, Z., Ke, Y., Xiaonan, C., Hong, M., Han, X., & Wenqi, G. (2023). The Beneficial Effects of Curcumin Supplementation on Blood Lipid Levels Among Patients with Metabolic Related Diseases in Asia Area. Frontiers in Sustainable Food System, 7:1167913.
Herlina., Ainul, Y., & Mandra. (2024). Persepsi Masyarakat terhadap Jau Tradisional dalam Meningkatkan Pola Konsumsi Masyarakat di Lombok. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(4).
Hidayat, N., Imoyowati., Sigit, M., Imam, S., & Ibnu, H, S. (2021). Suplementasi Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val) dalam Pakan terhadap Produksi dan Kualitas Telur Ayam Niaga Petelur. Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan, 24-25.
Indriaty, S., Firmansyah, D., & Imany, S. (2019). Formulasi Sabun Mandi Cair dari Ekstrak Etanol Temu Giring (Curcuma heyneana) dengan Cocamidopropyl Betain Konsentrasi 1,6% dan 3,2%. Jurnal Farmagazine, 6(2).
Ismail. (2015). Faktor yang Memengaruhi Keputusan Masyarakat Memilih Obat Tradisional di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing Journal, 6, 7-14.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pemanfaatan Obat Tradisional Untuk Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi.
Lau., Herman., & Rahmat, M. (2019). Studi Perbandingan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Herbal dan Obat Sintetik di Campagayya Kelurahan Panaikang Kota Makassar. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5(1), 33-37.
Pratiwi, R., Saputri F., & Nuwarda, R. (2018). Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Obat Tradisional di Masyarakat: Studi Pendahuluan pada Masyarakat di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 7(2), 97-100.
Yulion, R., Manik, F., & Ulandri, R. (2022). Edukasi Penggunaan Obat Konvensional dan Obat Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Desa Terusan Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Habibie Deswilyaz Ghiffari, Sri Budiasih, Tommy Julianto, Sri Hainil, Desy Maniarti Gusmali, Ayu Amelia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












