Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Penatalaksanaan Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2849Keywords:
stres kerja, psikoedukasi, pamflet, kesehatan mental, birokrasi publikAbstract
Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2023 sebesar 30,8% mengalami penurunan dari tahun 2018 yaitu 34,1% akan tetapi masih terdapat kesenjangan antara penderita yang terdiagnosis hipertensi dan yang menjalani pengobatan atau kunjungan ulang ke fasilitas kesehatan. Meskipun ada penurunan prevalensi hipertensi, upaya lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan bahwa penderita hipertensi mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Hipertensi menjadi faktor disabilitas yang dialami oleh 22,2% penderita usia di atas 15 tahun. Kondisi tersebut membutuhkan peran kader kesehatan dalam penatalaksanaan hipertensi karena kader kesehatan sebagai perantara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Kader kesehatan perlu diberikan pelatihan tentang penatalaksanaan hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi mencakup berbagai upaya, baik non-farmakologis (terapi gaya hidup) maupun farmakologis (penggunaan obat). Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi hipertensi meliputi senam hipertensi dan relaksasi autogenik. Tujuan dan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penatalaksanaan hipertensi pada kader kesehatan di RW 09 Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan pelatihan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan pelatihan tentang senam hipertensi serta relaksasi autogenik. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan 75% peserta pengetahuan tentang hipertensi baik, mampu melakukan senam hipertensi dan relaksasi autogenik dengan benar, menerapkan dalam kehidupan srehari-hari dan menginformasikan pada masyarakat saat kegiatan posbindu.
Downloads
References
Bakker, A.B. & Demerouti, E. (2017). Job Demands–Resources Theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285. https://doi.org/10.1037/ocp0000056
Bakker, A.B. & Ouweneel, E. (2021). Flourishing under pressure: The role of positive interventions in burnout prevention. Burnout Research, 10(1), 1–10.
Cartlidge, J. (2012). Crossing boundaries: Using fact and fiction in adult learning. The Journal of Artistic and Creative Education, 6(1), 94–111.
Handayani, L. & Prihantoro, T. (2019). Psikoedukasi berbasis CBT untuk menurunkan stres kerja pada guru ASN. Jurnal Psikologi Indonesia, 8(2), 115–124.
Hobfoll, S.E., Halbesleben, J., Neveu, J.P., & Westman, M. (2018). Conservation of resources in the organizational context: The reality of resources and their consequences. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 5, 103–128.
Kim, H.J. & Lee, S. (2023). Visual learning and its effect on retention in organizational settings: An empirical study. Journal of Educational Psychology, 115(1), 45–62.
Lesener, T., Gusy, B., & Wolter, C. (2019). The Job Demands–Resources model: A meta-analytic review of longitudinal studies. Work & Stress, 33(1), 76–103. https://doi.org/10.1080/02678373.2018.1529065
Lukens, E.P. & McFarlane, W.R. (2020). Psychoeducation as evidence-based practice: Considerations for practice, research, and policy. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205–225.
O’Brien, J.A. & Marakas, J.M. (2011). Management Information Systems. Edisi 10. McGraw-Hill: New York-USA.
Purnamasari, D. (2019). Hubungan antara beban kerja dan stres pada pegawai Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 7(1), 55–63.
Putri, R. & Darmawan, A. (2021). Efektivitas media pamflet dalam meningkatkan pemahaman tentang stres kerja di instansi pemerintahan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 3(2), 122–130.
Rosenstock, I.M. (2022). Health belief model and preventive health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 354–386.
Siegrist, J. & Li, J. (2018). Work stress and altered biomarkers: A synthesis of findings based on the Effort–Reward Imbalance Model. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(4), 1–15.
Widyastuti, E. & Riana, D. (2021). Kebutuhan psikoedukasi untuk mengelola stres kerja pegawai negeri sipil. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Publik, 10(1), 45–54.
Yuliana, S. & Prasetyo, H. (2020). Analisis faktor-faktor penyebab stres kerja pada aparatur pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan, 5(2), 76–85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Endang Supriyanti, Menik Kustriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












