Penyuluhan Penyakit Tuberculosis di Posyandu Bandar Sejahtera Program Puskesmas Bandarharjo
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2873Keywords:
tuberkulosis, penyuluhan kesehatan, pre-test, post-test, masyarakatAbstract
Kegiatan penyuluhan mengenai penyakit tuberkulosis (TBC) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya TBC, pentingnya pengobatan hingga tuntas, serta upaya pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah Semarang di Posyandu Bandar Sejahtera, wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Metode yang digunakan adalah edukasi secara langsung dengan pendekatan ceramah, media poster, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah metode edukatif partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuberkulosis. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan seperti ini perlu dilakukan secara rutin dan diperluas cakupannya untuk mendukung program pengendalian TBC di tingkat masyarakat.
Downloads
References
Astuti, S. (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Upaya Pencegahan Penyakit Tuberkulosis di RW 04 Kelurahan Lagoa Jakarta Utara Tahun 2013.
Handayani, I. (2021). Tuberkulosis. Penerbit Nem.
Herawati, M. H. (2021). Alternatif Penanggulangan Tuberkulosis (TBC): Wilayah Indonesia di Luar Sumatra dan Jawa-Bali. Lipi Press.
Kaaffah, S., Kusuma, I. Y., Renaldi, F. S., Lestari, Y. E., Pratiwi, A. D. E., & Bahar, M. A. (2023). Knowledge, Attitudes, and Perceptions of Tuberculosis in Indonesia: A Multi-Center Cross-Sectional Study. Infection and Drug Resistance, 16, 1787–1800. https://doi.org/10.2147/IDR.S404171
Kesehatan, R. K. (2023). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. In Sulistyo & A. Y. Kalinda (Eds.), Kemenkes RI. https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/laporan-tahunan-program-tbc-2021/
Mar’iyah, K., & Zulkarnain, Z. (2021). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 7(1), 88–92.
Muhammad, E. Y. (2019). Hubungan tingkat pendidikan terhadap kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 8(2), 288–291.
Nafsi, A. Y., & Rahayu, S. R. (2020). Analisis spasial tuberkulosis paru ditinjau dari faktor demografi dan tingkat kesejahteraan keluarga di wilayah pesisir. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1).
Saputra, D., Anasrullah, A., Meyrani, P. N. P. E. D., Kurnia, K., & Lestari, A. T. (2025). Sosialisasi Pencegahan Penyakit Tbc Untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Dalam Menurunkan Kasus Tbc Di Desa Tanjung. Jurnal Wicara Desa, 3(3), 580–594.
Sari, R. (2023). Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah Dengan Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Segala Mider Kecamatan Langkapura Kota Bandar Lampung Tahun 2023. Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang.
Syahrezki, M. (2015). Faktor Risiko Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB-MDR). Jurnal Kesehatan Dan Agromedicine, 2(4), 403–418.
Wawan, A., & Dewi, M. (2016). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia (Yogyakarta: Nuha Medika) p 132. 6. Acknowledgement Authors Wishing to Acknowledge.
Wikurendra, E. A. (2010). Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian tb paru dan upaya penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4), 1340–1346.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Angga Pria Sundawa, Annisa Nurul Hikmah, Muhammad Rifqi Ardiansyah, Muhammad Shahid Atthar, Eka Yuliana Suryaningrum, Muhammad Nur Alip, Maylani Puspitasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












