Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Solusi: Penyusunan Policy Brief Rekomendatif Untuk Masalah Banjir di Desa Plangkapan Kabupaten Banyumas

Authors

  • Septiono Bangun Sugiharto Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Isna Darul Husni Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Beltsazar Ivan Sebastian Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Putri Elyne Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Nurhidayah Nurhidayah Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Ravenska Ghinaa Amelia Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Ifat Fatmala Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Surya Dafa Pramudia Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Delya Morrasa Roesyadi Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Safiranti Nurhaliza Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Nasyifa Hanum Pramesti Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Nur Alfiah Rismawati Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Janu Satria Purwandaru Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2889

Keywords:

kuliah kerja nyata, policy brief, banjir dan kekeringan, pembuatan embung, revitalisasi pintu air

Abstract

Desa Plangkapan di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, menghadapi risiko banjir dan kekeringan setiap tahun akibat topografi rendah, sistem drainase buruk, pintu air rusak, serta sedimentasi sungai. Hal tersebut menyebabkan banjir besar pada tahun 2022 yang merendam 75% wilayah desa. Sementara saat kemarau, warga kesulitan air bersih dan pertanian terganggu. Gubernur Jawa Tengah 2020 mengusulkan pembangunan embung tetapi belum terealisasi karena kendala lahan dan pendanaan. Tiga alternatif kebijakan ditawarkan: (1) pembangunan embung besar, ideal namun terkendala lahan dan biaya; (2) pembangunan embung kecil, yang lebih realistis dan cepat dilakukan; dan (3) revitalisasi 38 pintu air rusak sebagai bagian dari mitigasi banjir dan pengoptimalisasian irigasi. Dari ketiga alternatif, pembangunan embung berskala kecil menjadi opsi paling rasional dan strategis. Dengan dukungan masyarakat, perangkat desa, dan lahan seluas 1–1,5 hektare, serta dengan instansi-instansi terkait, embung ini dapat segera dibangun untuk menampung air hujan dan menyediakan cadangan air pada saat musim kemarau. Embung kecil berbiaya lebih rendah, mudah dirawat, dan menjadi solusi awal untuk meningkatkan ketahanan air dan ketangguhan desa terhadap bencana secara berkelanjutan. Terdapat juga beberapa tujuan dari kegiatan ini yakni meningkatkan ketahanan desa terhadap risiko banjir dan kekeringan melalui penyedian infrastruktur air berskala kecil dalam hal ini embung. Selain itu, menyediakan sumber cadangan air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat, serta mendukung Pembangunan berkelanjutan desa dengan memperkuat kemandirian dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Metode dari kegiatan ini meliputi beberapa Langkah, mulai dari identifikasi lokasi strategis, membuat kajian teknis dan lingkungan, serta sistem pemeliharaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yakni terbangunnya embung berskala kecil sebagai sarana penyimpanan air hujan yang dapat dimanfaatkan pada musim kemarau, terwujudnya ketahanan desa secara sosial, ekonomi, dan ekologis, serta ketersediaan sumber air bersih yang lebih terjamin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. (2024). Kecamatan Tambak dalam angka 2024. Diakses dari: https://banyumaskab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/2c263d5b11fcd48e6fac41d6/kecamatan-tambak-dalam-angka-2024.html

Budiharso, A. S., & Momongan, A. J. 2023. Kajian Topographic Wetness Index (TWI) untuk mengetahui potensi bahaya banjir di Kota Manado. Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling, 1(01): 1-11.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. 2024. Data dan informasi Kabupaten Banyumas 2024. In D.K. dan I.K. Banyumas (Ed.), Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Banyumas (Vol. 8). CV. Fuji Putra.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. 2025. Data dan informasi Kabupaten Banyumas 2025. In D. K. dan I. K. Banyumas (Ed.), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas (Vol. 9). CV. Novalindo.

Heryana, A. (2020). Policy Brief: Pengertian, Fungsi, dan Efektivitas. Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Humas Provinsi Jawa Tengah. 2020. Gubernur Ganjar naik perahu ke Desa Terisolir akibat banjir. Diakses dari: https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=4694

Irawati, et al. (2017). Modul Pelatihan Lanjutan Analisis Kebijakan. Lembaga Administrasi Negara RI

Istichomaharani, I. S., & Habibah, S. S. (2016). Mewujudkan peran mahasiswa sebagai “agent of chane, social control, dan iron stock”. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Paper Ke-2 “Pengintegrasian Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Kreatif Di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” (2016), 2-7.

Miardini, A., & Saragih, G. S. 2019. Penentuan prioritas penanganan banjir genangan berdasarkan tingkat kerawanan menggunakan Topographic Wetness Index: Studi kasus di DAS Solo. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(1): 113-119.

Prasetyo, A. D., & Sudrajat, A. S. E. (2021). Identifikasi Bencana Banjir Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Pondasi, 26(2), 94-100.

Downloads

Published

2025-08-23

How to Cite

Sugiharto, S. B., Husni, I. D., Sebastian, B. I., Elyne, P., Nurhidayah, N., Amelia, R. G., Fatmala, I., Pramudia, S. D., Roesyadi, D. M., Nurhaliza, S., Pramesti, N. H., Rismawati, N. A., & Purwandaru, J. S. (2025). Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Solusi: Penyusunan Policy Brief Rekomendatif Untuk Masalah Banjir di Desa Plangkapan Kabupaten Banyumas . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(6), 3069–3076. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2889

Issue

Section

Articles