GESIT: Gerakan Edukasi Stunting Terpadu Melalui Demo Masak dan Kunjungan Rumah di Desa Prembun Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2928Keywords:
stunting, edukasi, demo masak, kunjunganAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang cukup serius di Indonesia, termasuk di Desa Prembun, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, dimana tercatat 18 balita mengalami kondisi tersebut. Faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman orang tua mengenai gizi yang seimbang, keterbatasan eknomi, serta lingkungan yang kurang mendukung juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Untuk mengatasi hal ini, dilaksanakan program GESIT (Gerakan Edukasi Stunting Terpadu) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui kegiatan edukasi gizi, demonstrasi memasak dengan bahan lokal, serta kunjungan rumah kepada anak yang terdampak stunting. Program ini mencakup tiga tahap yaitu penyuluhan dan demo masak bagi kader dan ibu balita, demo masak dengan menggunakan bahan lokal, serta pemantauan langsung ke rumah anak yang stunting. Dari pelaksanaan kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya gizi seimbang dan kesadaran akan faktor risiko stunting di lingkungan keluarga, yang diharapkan dapat mendorong pola pengasuhan dan pemberian makan yang lebih tepat.
Downloads
References
Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1–6.
Kadafi, A., Beny Dwi Pratama, B., Christiana, R., Wardani, S., Nurfaizin, A., Setiawan, O., Putra, I., & Hidayat, T. (2023). Upaya Pencegahan Stunting Dengan Edukasi Pentingnya Asi,Mpasi Dan Makanan Bergizi. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 4(1), 41–48.
Martony, O. (2023). Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 1734–1745.
Munir, Z., & Audyna, L. (2022). Pengaruh Edukasi Tentang Stunting Terhadap Pemgetahuan Dan Sikap Ibu Yang Mempunyai Anak Stunting. Jurnal Keperawatan Profesional, 2(10), 1–26.
Nafies, D., Ristanti, I., & Arifin, A. (2024). Peningkatan Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pembuatan Pmt Rolade Ikan Kembung Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di KembangbiloKecamatan Tuban. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari, 2(2), 1–9.
R.A, M., & Gustina, I. (2022). Pencegahan Stunting Pada Periode Golden Age Melalui Peningkatan Edukasi Pentingnya Mpasi. Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat , 1(2), 79–86.
Ryan Thahara, A., Zaki Khoerul Insan, A., Annisa Nadzirah, R., Muamalia, R., Roro Raisa Puspita, R., Genta Buana, D., Noor Fitria, R., Rahma Maulida, S., Afrah Azzahra, A., & Febrianti. (2024). Program Konseling Kunjungan Rumah dan Kalender Posyandu dalam Penanganan Stunting di Salah Satu Rusun Jakarta. Jurnal Medika: Medika, 3(2), 58–67.
Sholikhah, A., & Dewi, R. K. (2022). Peranan protein hewani dalam mencegah stunting pada anak balita. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 6(1), 95–100.
Sukma, H. A. D. (2020). Sosialisasi Dan Demo Masak Untuk Menurunkan Jumlah Balita Stunting Dan Wasting Di Desa Grebegan, Kalitidu. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(2), 267–274. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i2.2020.267-274
Sutrio, S., Muliani, U., & Novika, Y. (2021). Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 1(2), 427–434. https://doi.org/10.54082/jamsi.143
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nadia Delima Putri, Nadira Anumila, Suryanto Suryanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












