Pengembangan Ekowisata Sahai Tambi Balu melalui Pemasangan Plang Tanaman Pohon dan Obat
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.2985Keywords:
Ekowosata, Tanaman Obat, Konservasi, Keanekaragaman Hayati, Sahai Tambi Balu, Kalimantan Tengah, Papan InformasiAbstract
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan ekowisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, melalui pemasangan plang informasi tanaman pohon dan obat. Tim KKN melakukan survei lapangan dan wawancara dengan pengurus wisata serta masyarakat yang memahami ekosistem lokal untuk mengidentifikasi jenis tanaman, nama ilmiah, dan pemanfaatannya. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis tanaman yang memiliki nilai ekologis, ekonomis, sosial, dan budaya yang tinggi, termasuk tanaman kayu seperti Bangkirai, Ramin, dan Ulin, serta tanaman obat seperti Pasak Bumi, Bajakah Kalalawit, dan Sirih Bahandang. Setiap tanaman berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat. Pemasangan plang edukatif di kawasan wisata ini memberikan informasi langsung kepada pengunjung tentang nama lokal, nama ilmiah, dan kegunaan tanaman, sehingga meningkatkan nilai edukasi dan kesadaran konservasi. Kegiatan ini memperkuat daya tarik wisata, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan lindung Sahai Tambi Balu untuk pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Downloads
References
Ang, H. H., Lee, K. L., & Kiyoshi, M. (2015). Eurycoma longifolia Jack in managing men’s health disorders: A systematic review. Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine, 20(4), 305–312. https://doi.org/10.1177/2156587215570930
Ashton, P. S. (2010). Conservation of dipterocarps in Southeast Asia. CIFOR.
Berry, N. J., & Roderick, M. L. (2002). Environmental factors controlling the distribution of dipterocarps in Borneo. Journal of Tropical Ecology, 18(5), 717–728. https://doi.org/10.1017/S0266467402002462
Bismark, M. (2011). Keanekaragaman hayati hutan dipterokarpa di Indonesia. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(3), 205–214.
Bismark, M., & Subiandono, E. (2008). Peranan hutan tropis dalam penyimpanan karbon dan pemanasan global. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 5(2), 123–135.
Brophy, J. J., Craven, L. A., & Doran, J. C. (2013). Melaleucas: Their botany, essential oils and uses. ACIAR Monograph No. 156.
Burkill, I. H. (1966). A dictionary of the economic products of the Malay Peninsula (Vol. 2). Ministry of Agriculture and Cooperatives.
Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia. (2023). Potensi konservasi di Kalimantan Tengah. Jakarta: Dewan Ketahanan Nasional RI.
Dransfield, J. (1981). The palms of Malaya. Oxford University Press.
Hendra, R., Ahmad, S., Sukari, A., Shukor, M. Y., & Oskoueian, E. (2011). Flavonoid analyses and antimicrobial activity of various parts of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl fruit. International Journal of Molecular Sciences, 12(6), 3422–3431. https://doi.org/10.3390/ijms12063422
Ismail, S., Wan Ahmad, W. A. N., & Hussain, N. H. N. (2012). Eurycoma longifolia: Medicinal plant in the prevention and treatment of male reproductive disorders. International Journal of Pharmacology, 8(5), 453–457.
Kalteng Pos. (2024). Keanekaragaman hayati di hutan lindung Sahai Tambi Balu. Palangka Raya: Kalteng Pos Press.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). Panduan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Jakarta: Kemenparekraf RI.
Kartawinata, K., Purwaningsih, & Siregar, M. (2004). Forest ecology and conservation in Kalimantan. LIPI Press.
Lemmens, R. H. M. J., Soerianegara, I., & Wong, W. C. (Eds.). (1995). Plant resources of South-East Asia No. 5(2): Timber trees: Minor commercial timbers. PROSEA Foundation.
Misra, S., Purwanto, A., & Arifin, Z. (2014). The role of fruiting trees in supporting bird diversity in tropical forests of Borneo. Biodiversity Journal, 15(2), 89–97.
Ng, F. S. P., Lee, S. K., & Yap, S. K. (2011). Properties of timber species from Shorea group. Malaysian Forestry Journal, 12(1), 15–23.
Page, S. E., Rieley, J. O., & Banks, C. J. (2009). Global and regional importance of the tropical peatland carbon pool. Global Change Biology, 17(2), 798–818. https://doi.org/10.1111/j.1365-2486.2009.02016.x
Pratiwi, R. A., Sari, D. P., & Ismail, A. (2017). Aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak daun Piper ornatum. Jurnal Farmasi Indonesia, 10(1), 33–40.
Rachman, A., Hidayat, R., & Purwanto, H. (2013). Analisis fitokimia beberapa tanaman obat tradisional Kalimantan. Jurnal Bahan Alam Indonesia, 9(2), 112–120.
Syamsul, E., Yusuf, M., & Arifin, B. (2020). Phytochemical analysis and anticancer potential of Uncaria species from Borneo. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 13(6), 245–252. https://doi.org/10.4103/1995-7645.282555
Whitmore, T. C. (1984). Tropical rain forests of the Far East (2nd ed.). Oxford University Press.
WWF. (2015). Forest species of Southeast Asia: Ramin. WWF International.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Erwan Rahman, Puspita Sariasi, Lalu Muhamad Faisal Rizky, Analdi Pamanalu, Devi Permata Sari Situmorang, Delia Febriza, Widia Sahpa Nur Aziza, Kevin Noven Sigalingging, Eliana Mahesa Gurusinga, Andria Lusiana, Erlangga Erlangga, Wawan Gunawan, Anisa Anisa, Renny Setialestari, Misrita Misrita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












