Penguatan Literasi Kesehatan dalam Mencegah Baby Blues: Upaya Mendukung Kesehatan Mental Ibu Nifas
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.3048Keywords:
literasi, kesehatan, baby blues, pencegahan, kesehatan mental, ibu nifasAbstract
Baby blues adalah fenomena yang sangat umum terjadi pada ibu pasca persalinan. Meski umumnya ringan, jika tak tertangani dengan baik, baby blues bisa menjadi pintu masuk menuju depresi postpartum yang lebih serius. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menguatkan literasi kesehatan dalam mencegah baby blues sebagai upaya mendukung kesehatan mental ibu nifas. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa STIKES Majapahit dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang baby blues dan upaya pencegahannya. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan secara langsung oleh para peserta, yang tercermin dari tingginya partisipasi dan antusiasme dalam sesi diskusi serta tanya jawab. Hasil kegiatan ini didapatkan hampir setengahnya pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (40%) sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar berada pada kategori baik (67%). Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, skrining terstruktur, dan pendampingan psikososial terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan kesiapan ibu hamil, ibu nifas, serta keluarga dalam mencegah dan mengenali baby blues syndrome.
Downloads
References
Arfan, N. A., Ekawati, D., & Nisa, O. A. (2024). Edukasi Pemahaman Pentingnya Dukungan Keluarga Untuk Ibu Dalam Mengatasi Baby Blues Di Desa Diwek, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta, 2(1), 47–54. Retrieved from https://jurnal.lppm-mmy.ac.id/index.php/dimaslia/article/view/44
Arianti, M., Eriza, T., & Wulandari, Y. (2025). Pendidikan Kesehatan Mengenal, Mencegah Baby Blues Syndrome dan Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) di Kelurahan Tanjung Raya Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(5), 2667–2671. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i5.2788
Danistya, Z. A., Kurniawan, A., Ekawati, R., & Redjeki, E. S. (2024). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Mojowarno Kabupaten Jombang Tahun 2023. Sport Science and Health, 6(10), 1106-1119. https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1106-1119
Dewi, A. P. S. (2022). Family Support for Postpartum Blues. SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 14(3), 94–100. https://doi.org/10.38040/js.v14i3.553
Eristono, E., Hasanah, S., & Aryani, R. (2023). Edukasi Pendidikan Kesehatan Tentang Baby Blues Syndrome Pada Ibu Hamil Di Desa Lamteh Dayah Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6), 11809–11813. https://doi.org/10.31004/cdj.v4i6.21757
Lindayani, I. K., & Marhaeni, G. A. (2020). Prevalensi Dan Faktor Risiko Depresi Post Partum Di Kota Denpasar Tahun 2019. Jurnal Midwifery Update (MU), 2(2), 100–109. https://doi.org/10.32807/jmu.v2i2.94
Manurung, S., & Setyowati, S. (2021). Development and validation of the maternal blues scale through bonding attachments in predicting postpartum blues. Malaysian family physician: the official journal of the Academy of Family Physicians of Malaysia, 16(1), 64–74. https://doi.org/10.51866/oa1037
Namirah, Y., Yunus, P., Nurdin, A., Najamuddin, N., & Galib, M. (2023). Factors influencing the occurrence of baby blues syndrome in postpartum mothers. Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 8(2), 354–361. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v8i2.10
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social science & medicine, 67(12), 2072-2078. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2008.09.050
O’Hara, M. W., & McCabe, J. E. (2013). Postpartum depression: Current status and future directions. Annual Review of Clinical Psychology, 9, 379–407. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-050212-185612
Oktaputrining, D., Susandi, C., & Suroso, S. (2017). Post partum blues: Pentingnya dukungan sosial dan kepuasan pernikahan pada ibu primipara. Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi, 16(2), 151-157. https://doi.org/10.24167/psiko.v16i2.1217
Rachman, Y., Suhartati, S., Istiqamah, I., (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Post Partum Blues Pada Ibu Nifas: Literatur Review. Proceeding Of Sari Mulia University Midwifery National Seminars, 3(1). https://doi.org/10.33859/psmumns.v3i1.261
Rahmawati, Edy Husnul Mujahid, Adius Kusnan, Saida, Sukurni, & Diah Indriastuti. (2025). Pendidikan Kesehatan Tentang Peran Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Kejadian Postpartum Blues Pada Ibu Postpartum. Jurnal Pengabdian Meambo, 4(1), 76–82. https://doi.org/10.56742/jpm.v4i1.116
Sari, N., Dewi, F. N. M., & Muhani, N. (2023). Maternal factors influencing postpartum depression in Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 18(3), 203–210. https://doi.org/10.21109/kesmas.v18i3.7209
Slomian, J., Honvo, G., Emonts, P., Reginster, J. Y., & Bruyère, O. (2019). Consequences of maternal postpartum depression: A systematic review of maternal and infant outcomes. Women’s Health, 15, 1–55. https://doi.org/10.1177/1745506519844044
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Atikah Fatmawati, Siti Rachmah, Ike Prafita Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












