Sinergi KKN MIT UIN Walisongo dan BUMDes dalam Mengurangi Ketergantungan Petani Pada Tengkulak di Desa Pakopen

Authors

  • Anggi Windu Antika UIN Walisongo Semarang, Indonesia
  • M Dimas Fata Ega Afriansyah UIN Walisongo Semarang, Indonesia
  • Bintang Ali Pratama UIN Walisongo Semarang, Indonesia
  • Lely Afrianingrum UIN Walisongo Semarang, Indonesia
  • Muhammad Aditya Hanif Saputra UIN Walisongo Semarang, Indonesia
  • Firdha Rahmiyanti UIN Walisongo Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i8.3113

Keywords:

ijon, petani, tengkulak, BUMDes, pengabdian masyarakat

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang yang berfokus pada upaya pengurangan praktik ijon di Desa Pakopen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang membuat petani masih terjerat dalam ijon, sekaligus merumuskan strategi alternatif berbasis kelembagaan desa melalui penguatan peran BUMDes. Pelaksanaan kegiatan menggunakna pendekatan partisipatif dengan melibatkan petani, tengkulak, aparatur desa, dan pengurus BUMDes. Metode yang digunakan berupa wawancara, observasi lapangan, serta diskusi kelompok untuk menggali permasalahan dan mencari solusi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa praktik ijon terutama disebabkan oleh keterdesakan ekonomi, keterbatasan akses transportasi, serta keterikatan sosial-budaya dengan tengkulak yang menimbulkan ketergantungan jangka panjang. Dampaknya adalah kerugian ekonomi, hilangnya posisi tawa, dan semakin kuatnya lingkaran ketergantungan. Melalui penguatan peran BUMDes sebagai lembaga distribusi alternatif, petani mulai memperoleh akses pemasaran yang lebih adil denga harga mendekati pasar. Selain itu, kegiatan KKN berhasil meningkatkan kesadaran petani akan kerugian ijon, memperkuat legitimasi sosial BUMDes, serta membangun sinergi antara petnai, perangkat desa, dan perguruan tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyelesaian praktik ijon tidak cukup melalui regulasi formal, melainkan memerluka intervensi sosial-ekonomi berbasis kelembagaan desa, di mana BUMDes menjadi aktor strategis dalam pemberdayaan petani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arofah, S. N., & Setiawan, A. H. (2022). Analisis Determinan Penawaran Tembakau (Studi Kasus: Fenomena Patron-Klien Antara Petani Tembakau dan Tengkulak di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung). BISECER: Business Economic Entrepreneurship, 5(1), 19–28. https://doi.org/https://doi.org/10.61689/bisecer.v5i1.291

Arumandani, S., Safi’i, M. A., & Adinugraha, H. H. (2024). Ijon yang Tak Lekang oleh Waktu: Alasan Sistem ini Masih Menjadi Tradisi Petani Padi. AGRICORE: Jurnal Agribisnis Dan Sosial Ekonomi, 9(2), 117–126. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/agricore.v9i2.59044

Djibran, M. M., Andiani, P., Nurhasanah, D. P., & Mokoginta, M. M. (2023). Analisis Pengembangan Model Pertanian Berkelanjutan yang Memperhatikan Aspek Sosial dan Ekonomi di Jawa Tengah. JMWS: Jurnal Multidisiplin West Science, 2(10), 847–857. https://doi.org/https://doi.org/10.58812/jmws.v2i10.703

Harun, N. (2022). Keadilan Dalam Perspektif Hukum Islam. I’tisham: Jorunal of Islamic Law and Economics, 1(2).

Kusnadi, F. A. (2022). Tinjauan Hukum dan Ekonomi Islam terhadap Jual Beli Hasil Panen Secara Ijon. JRIH: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 2(1), 13–18. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/jrih.v2i1.654

Rahmi, Hamid, E., & Yanita, M. (2023). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (Pades) di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 25(2), 38–45. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/jiseb.v25i02.19324

Rufaidah, V. W. (2023). Assesment of The Need and Availability of Agricultural Information at The Center for Agricultural Library and Literacy. JPUA: Jurnal Perpusatakaan Universitas Airlangga, 13(2), 131–137. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jpua.v13i2.2023.131-137

Setiawan, B., Astina, R., & Pramita, C. (2025). Analysis of the Practice of the Ijon System from the Perspective of Islamic Economic Law for Rice Farmers in Sugih Waras Village, Teluk Gelam District, Ogan Komering Ilir Regency. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), 4(7), 618–624. https://doi.org/DOI 10.58471/esaprom.v4i07

Silvianita, A., Ahmad, M., Rubiyanti, N., Alfanur, F., Hendayani, R., Indira, R., Pradana, M., Fakhri, M., Yunani, A., Kumalasari, A. D., Zahid, A., Sujak, A. F. bin A., Razali, R. R. R., & Mangsor, M. (2023). Penguatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Untuk Menggoptimalkan Potensi Desa dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat dan Potensi Desa di Kabupaten Tasikmalaya. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa Dan Masyarakat, 4(2), 105–112. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/sawala.v4i2.50394

Suryani, S. (2023). Ijon: Sebuah Strategi Bertahan Hidup Komunitas Gembala. Transformatif: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Kewirausahaan, 12(2), 77–85. https://doi.org/https://doi.org/10.58300/transformatif.v12i2.696

Downloads

Published

2025-10-15

How to Cite

Antika, A. W., Afriansyah, M. D. F. E., Pratama, B. A., Afrianingrum, L., Saputra, M. A. H., & Rahmiyanti, F. (2025). Sinergi KKN MIT UIN Walisongo dan BUMDes dalam Mengurangi Ketergantungan Petani Pada Tengkulak di Desa Pakopen . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(8), 4017–4024. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i8.3113

Issue

Section

Articles