Inovasi Kassava Nugget: Strategi UMKM Desa Majasem Wujudkan Kedaulatan Pangan Lokal Tanpa Impor Gandum
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3282Keywords:
Inovasi Pangan, Kedaulatan Pangan, Singkong, Substitusi Terigu, UMKMAbstract
Ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum untuk kebutuhan tepung terigu menimbulkan kerentanan pangan nasional akibat fluktuasi harga global dan keterbatasan pasokan. Padahal, Indonesia memiliki potensi lokal seperti singkong yang melimpah dan dapat diolah menjadi pangan alternatif bernilai tinggi. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pengolahan singkong sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kemandirian pangan desa. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan inovasi produk Kassava Nugget (KasNu) sebagai substitusi pangan berbasis tepung terigu. Selain itu, pengabdian ini dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dan UMKM lokal agar mampu mengolah singkong menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi serta mendukung kedaulatan pangan lokal. Metode yang digunakan ialah pendekatan Assed-Bassed Community Development (ABCD) yang menekankan pada identifikasi, pemetaan, dan pemanfaatan aset atau potensi yang dimiliki masyarakat sebagai dasar pengembangan soulusi berkelanjutan. Tahapan meliputi pelatihan pengolahan singkong, penilaian aspek sensori (rasa, tekstur), serta analisis ketersediaan bahan baku dan potensi komersialisasi. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan transfer pengetahuan dan keberlanjutan usaha masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa KasNu diterima baik oleh masyarakat dari segi cita rasa dan tekstur. Produk ini membuka peluang usaha baru bagi UMKM, meningkatkan nilai tambah singkong lokal, serta mendukung kemandirian pangan desa. Secara strategis, pengembangan KasNu berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan pengurangan ketergantungan terhadap impor gandum.
Downloads
References
Astawan, M. (2004). Tetap sehat dengan produk makanan olahan. Solo: Tiga Serangkai.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik impor gandum Indonesia tahun 2023. Jakarta: BPS.
Cunningham, G., & Mathie, A. (2002). Asset-based community development: An overview. Coady International Institute. Diakses dari: https://www.ucalgary.ca/cared/assetbasedcommunitydevelopment
Food and Agriculture Organization (FAO). (2022). The State of Food Security and Nutrition in the World 2022. Rome: FAO.
Hidayat, B., Kalsum, U., & Surfiana. (2009). Karakteristik nugget ayam dengan menggunakan tepung ubi jalar sebagai bahan pengikat. Jurnal Peternakan, 6(1), 7-13.
Kaplinsky, R., & Morris, M. (2001). A handbook for value chain research. Brighton: Institute of Development Studies, University of Sussex.
Kementerian Perdagangan RI. (2023). Analisis perkembangan harga tepung terigu tahun 2020-2023. Jakarta: Kemendag RI.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of marketing (17th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.
Kretzmann, J., & McKnight, J. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. Chicago: ACTA Publications.
Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474-486. Diakses dari: https://doi.org/10.1080/0961452032000125857
Montagnac, J. A., Davis, C. R., & Tanumihardjo, S. A. (2009). Nutritional value of cassava for use as a staple food and recent advances for improvement. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 8(3), 181-194. Diakses dari: https://doi.org/10.1111/j.1541-4337.2009.00077.x
Nainggolan, K. (2016). Ketahanan pangan Indonesia: Sebuah gagasan. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.
Nugraha, A. T., & Puspitasari, R. (2021). Diversifikasi pangan berbasis umbi-umbian lokal sebagai strategi ketahanan pangan berkelanjutan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(4), 186-195.
Nurasa, T., & Rachmat, M. (2013). Nilai tukar petani padi, jagung, dan kedelai sebagai indikator kesejahteraan petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 31(2), 89-107.
Nurlaela, S., Marwanti, S., & Riptanti, E. W. (2018). Analisis kelayakan dan strategi pengembangan usaha nugget ayam (Studi kasus di UD Rizky Food Kabupaten Karanganyar). AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 4(1), 1-10. Diakses dari: https://doi.org/10.18196/agr.4156
Patel, R. (2009). Food sovereignty. The Journal of Peasant Studies, 36(3), 663-706. Diakses dari: https://doi.org/10.1080/03066150903143079
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: Free Press.
Richana, N., & Sunarti, T. C. (2014). Karakterisasi sifat fisikokimia tepung umbi dan tepung pati dari umbi ganyong, suweg, ubi kelapa, dan gembili. Jurnal Pascapanen, 1(2), 29-37.
Rukmana, R. (2016). Ubi kayu: Budidaya dan pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.
Saleh, N. (2015). Pengembangan tanaman ubi kayu sebagai bahan baku agroindustri di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 34(4), 173-180.
Sari, D. P., & Anwar, M. K. (2018). Inovasi produk olahan singkong untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi petani. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(3), 201-210.
Subagio, A., Windrati, W. S., & Witono, Y. (2008). Prosedur operasi standar (POS) produk tepung kasava. Bogor: Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB.
Susilawati, S., Nursyamsiah, N., & Mulyati, S. (2019). Potensi dan peluang pengembangan singkong sebagai bahan pangan alternatif. Jurnal Pangan, 28(3), 227-242.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Verbeke, W. (2015). Profiling consumers who are ready to adopt insects as a meat substitute in a Western society. Food Quality and Preference, 39, 147-155. Diakses dari: https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2014.07.008
Walker, B., Holling, C. S., Carpenter, S. R., & Kinzig, A. (2004). Resilience, adaptability and transformability in social-ecological systems. Ecology and Society, 9(2), 5. Diakses dari: http://www.ecologyandsociety.org/vol9/iss2/art5/
Winarno, F. G. (2008). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Windfuhr, M., & Jonsén, J. (2005). Food sovereignty: Towards democracy in localized food systems. Rugby: ITDG Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ika Apriliana Pramesti, Moh Ansori

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












