Membangun UMKM Desa Lontar Provinsi Banten Melalui Produk Nori Rumput Laut
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3446Keywords:
nori, rumput laut, desa lontar, UMKM, pengabdian masyarakatAbstract
Rumput laut (seaweeds) sangat terkenal dalam dunia perdagangan makanan hasil laut dan sering juga dikenal sebagai sebagai alga. Provinsi Banten memiliki 509 km Panjang garis pantai yang memanjang dari utara sampai selatan provinsi ini. Hasil alam dari lautan sangat berlimpah seperti perikanan tangkap dan perikanan budidaya, rumput laut, udang, hasil pertambangan dan lainnya. Masyarakat Lontar mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, dan sebagian diantaranya adalah sebagai petani rumput laut. Pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini adalah membangun UMKM Desa Lontar melalui pemberdayaan masayarakat melalui produk nori yang terbuat dari rumput laut. Kegiatan ini berjalan selama 5 bulann dengan target akhir UMKM Desa Lontar dapat memproduksi nori dari rumput laut dan dapat dipasarkan dengan luas. Masyarakat sangat antusias dalam menjalani pelatihan dan harapannya dapat memanfaatkan hasil utama Desa Lontar berupa rumput laut menjadi produk UMKM Desa Lontar.
Downloads
References
Iwang Gumilar, Haikal Dapa Heryadi, Asep Agus Handaka S. (2024). Analisis Strategi Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut di Desa Lontar Kabupaten Serang. J Perikan Tropis. 2024;11(1):38–53. Available from: http://jurnal.utu.ac.id/jptropis
Kaur R. (2025). Unrevealing the potential of macroalgae Porphyra sp . ( nori ) in food , pharmaceutics and health sector. J Food Science. 2025;(February):1–17.
Nabila Tufailah. (2024). Model Prediksi Produksi Rumput Laut Euchemuma cottoni di Desa Lontar Menggunakan Support Vector Regression. S1 Thesis, Universitas Pendidikan Indonesia
Nurcomariah, Hubeis M, Trilaksani W. (2021). Strategi Pengembangan Agribisnis Rumput Laut Gracillaria di Karangantu Serang Banten. Manaj IKM J Manaj Pengemb Ind Kecil Menengah. 2021;15(1):62–9.
Rimmer MA, Larson S, Lapong I, Purnomo AH, Pong‐masak PR, Swanepoel L, et al. (2021). Seaweed aquaculture in indonesia contributes to social and economic aspects of livelihoods and community wellbeing. Sustain. 2021;13(19):1–22.
Rosida DF, Putri Nurani F, Danil Ilmi MIM. (2021). The Nori Gracilaria sp. with a Variation of Stabilizers as Healthy Food. IOP Conf Ser Material Science Engineering.;1125(1):012104.
Setiawan R, Nasiroh N. (2022). Strategi pengelolaan rumput laut di desa lontar kecamatan tirtayasa. In: Tesniyadi D, editor. Sosiologi Pembangunan. 1st ed. Tangerang: Media Edukasi Indonesia; p. 278–307.
Suranto, P. J., Sulistyawati, W., & Ginting, S. (2021). Pengolahan Budidaya Rumput Laut Menjadi Agar-Agar Kertas Untuk Mitra Tani Desa Lontar. Prosiding SENAPENMAS, 371-380.
Valentine G, Sumardianto, Wijayanti I. (2020). Characteristic of Nori from Combination of Ulva lactuca and Gelidium Seaweed. J Pengolah Hasil Perikanan Indonesia.;23(2):295–302.
Yanagita T, Tsuge K, Koga M, Inoue N, Nagao K. (2020). Eicosapentaenoic acid-containing polar lipids from seaweed Susabinori (Pyropia yezoensis) alleviate hepatic steatosis in obese db/db mice. Arch Biochem Biophys. ;691(April):108486. Available from: https://doi.org/10.1016/j.abb.2020.108486
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agung Sudrajad, Liza Mumtazah Damarwulan, Dhimas Satria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














