Penerapan Manajemen Industri pada Budidaya Jamur di Desa Kembang Belor Kecamatan Pacet Mojokerto

Authors

  • Iriani Iriani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3466

Keywords:

penyuluhan, budidaya jamur, kontaminasi baglog, manajemen industri, produktivitas

Abstract

Kegiatan penyuluhan budidaya jamur di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola proses produksi jamur secara lebih efektif dan higienis. Permasalahan utama yang ditemukan mencakup tingginya tingkat kontaminasi baglog, pengaturan kelembaban yang kurang optimal, tata letak kumbung yang tidak efisien, dan minimnya pencatatan produksi. Metode penyuluhan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, ceramah interaktif, demonstrasi teknik, serta pendampingan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan tingkat kontaminasi dari 18% menjadi 9%, peningkatan kelembaban kumbung dari 70% menjadi 85%, serta kenaikan produksi dari 45 kg menjadi 62 kg per kumbung per bulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan prinsip manajemen industri—meliputi standar sanitasi, perbaikan tata letak, dan penguatan kontrol lingkungan—berhasil meningkatkan produktivitas dan kualitas budidaya jamur rakyat. Dengan demikian, penyuluhan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas petani dan dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program pemberdayaan lanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asian Development Bank. (2024). Asian Development Outlook Update 2024: Indonesia. Asian Development Bank.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Hortikultura Indonesia 2024. BPS RI.

Bank Indonesia. (2024). Laporan Kebijakan Moneter 2024. Bank Indonesia.

Islam, M. S., & Roy, S. (2019). Optimization of mushroom cultivation through improved substrate and environmental management. Journal of Agricultural Science and Technology, 21(3), 45–55.

Moonmoon, M., Uddin, M. N., Pervin, M., Khan, M. A., & Ahmed, S. (2011). Effects of supplementation on the quality and yield of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). Mycobiology, 39(4), 236–242. https://doi.org/10.5941/MYCO.2011.39.4.236

Nahmias, S., & Olsen, T. (2015). Production and Operations Analysis (7th ed.). Waveland Press.

Singh, R., & Sharma, S. (2018). Influence of hygiene and substrate preparation on reducing contamination in oyster mushroom production. International Journal of Mushroom Science, 12(2), 89–98.

Slack, N., Brandon-Jones, A., & Burgess, N. (2018). Operations Management (9th ed.). Pearson Education.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan Stabilitas Sistem Keuangan 2024. OJK.

Siregar, H., & Anwar, M. (2022). Integrating operations management in small-scale agriculture: Case studies from Indonesian rural farming. Jurnal Manajemen Agribisnis, 25(1), 33–47.

World Bank. (2024). Indonesia Development Update 2024. World Bank Group.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Iriani, I. (2025). Penerapan Manajemen Industri pada Budidaya Jamur di Desa Kembang Belor Kecamatan Pacet Mojokerto. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(10), 5178–5184. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3466

Issue

Section

Articles