Pemberdayaan Masyarakat melalui Program SEHATIMUN (Sehat Tanpa Hipertensi dengan Timun) di Kampung Cikawung, Kelurahan Awipari
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3491Keywords:
hipertensi, edukasi kesehatan, timun, pemberdayaan masyarakat, jus timunAbstract
Program SEHATIMUN (Sehat Tanpa Hipertensi dengan Timun) dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kampung Cikawung dalam melakukan pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan timun sebagai intervensi non-farmakologis. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan hipertensi, sekaligus membekali masyarakat dengan kemampuan praktis dalam membuat jus timun secara tradisional maupun modern. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi awal, Focus Group Discussion, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan jus timun, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Intervensi ini juga mendapat respons positif dari masyarakat yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan kemampuan dalam mempraktikkan pembuatan jus timun secara mandiri. Meskipun terdapat beberapa kendala, kegiatan tetap berjalan efektif dan diterima dengan baik oleh warga. Secara keseluruhan, Program SEHATIMUN berhasil meningkatkan literasi kesehatan, mendorong perilaku hidup sehat, dan memperkuat pemanfaatan potensi lokal dalam upaya pencegahan hipertensi.
Downloads
References
Handayani, M., & Wahyuni, R. (2022). Efek konsumsi jus timun terhadap tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1), 55–61.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id
Lestari, D., Putri, A. M., & Rahmawati, S. (2022). Efektivitas Konsumsi Jus Timun terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Ringan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 85–92.
Nugroho, S., & Pramesti, G. (2020). Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah terhadap Tekanan Darah pada Dewasa Awal. Media Gizi Indonesia, 15(1), 34–42.
Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2015). Health Promotion in Nursing Practice. Pearson Education.
Pratiwi, N., & Sari, R. M. (2020). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Hipertensi. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(1), 45–52.
Ramadhani, F., Utami, N., & Yusuf, M. (2021). Intervensi Non-Farmakologis dalam Pengendalian Hipertensi: Tinjauan literatur. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(3), 210–218.
Rahmadani, D., Fikri, A., & Lestiani, R. (2023). Peran Antioksidan dalam Sayuran terhadap Penurunan Risiko Hipertensi: Studi Klinis pada Pasien Dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 8(1), 45–54.
Suparmi, A., Dewi, R., & Hasanah, N. (2020). Pengaruh jus timun terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi stadium awal. Jurnal Keperawatan Sehat Sejahtera, 8(2), 120–128.
Sulastri, A., & Fitriani, E. (2021). Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 12–20.
Wulandari, D. A., & Hapsari, R. (2022). Peran Asupan Sayuran Tinggi Air terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 105–113.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurma Haerunnisa, Dini Martini, Diska Maoli Nurmala, Nabila Jatnikawati, Najwa Septi Adwiitiya, Sonia Rakhman, Yasmina Zahra Nuraini, Andy Muharry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












