Pelatihan Pembuatan Cheese Cake Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) sebagai Alternatif Makanan Fungsional dalam Pencegahan Stunting di Poyandu Kemuning, Sambutan

Authors

  • Ghina Adhila Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Novi Milasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Reksi Sundu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Nadine Anastasya Putri Namira Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Nadya Rahmawati Rachman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Nadya Rachmanissa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Annisa Bela Nabila Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Apria Audya Dhevani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia
  • Anugrah Ananda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3516

Keywords:

gizi balita, labu kuning, Cucurbita moschata Duch, makanan fungsional, stunting

Abstract

Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi secara kronis, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang berdampak pada terganggunya pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu upaya pencegahan stunting yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal bergizi tinggi, seperti labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) yang mengandung beta-karoten, vitamin A, C, serat, dan mineral. Labu kuning memiliki potensi sebagai bahan makanan fungsional, dalam hal pembuatan MPASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pengolahan labu kuning menjadi cheesecake sehat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025 di Posyandu Kemuning, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri dari kader posyandu, ibu dan balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi memasak, serta evaluasi melalui kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi stunting, 75% peserta berada dalam kategori baik, 22% cukup, dan 3% kurang. Penyampaian materi secara praktis dan penggunaan media edukatif yang menarik dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi gizi dengan praktik pengolahan pangan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, W., & Ilhami, R. (2022). Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Program Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Subang. Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(01), 32–39. https://doi.org/https://doi.org/10.58471/pkm.v1i01.2841

Dermawan, A., Mahanim, & Siregar, N. (2022). Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Asahan. Jurnal Bangun Abdmas, 1(2), 98–104. https://doi.org/10.56854/ba.v1i2.124

Isni, K., & Dinni, S. M. (2020). Pelatihan Pengukuran Status Gizi Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini pada ibu di Dusun Randugunting , Sleman , DIY. PANRITa ABDI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 60–68. https://doi.org/https://doi.org/10.20956/pa.v4i1.7299

Isyti’aroh, I., Rofiqoh, S., Aktifah, N., Nurseptiani, D., Wirasti, Islamudin, M., Fadhilah, N. I., & Artikel, I. (2024). Pendampingan Keluarga dengan Anak Stunting Quasy Experiment Study Edukasi Komprehensif pada Kasus Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 20(1), 17–24. https://doi.org/10.26753/jikk.v20i1.1348

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. https://www.kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/ProfilKesehatan-Indonesia-2020.pdf.

Mutia, A. (2024). Prevalensi stunting balita Indonesia tertinggi ke-2 di Asia Tenggara. Kata Data Media Network. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/25/prevalensistunting-balita-indonesiatertinggi-ke-2-di-asia-tenggara

Podungge, Y., & Rasyid, S. (2018). Pengaruh Pemberian Bubur Labu Kuning dan Daging Ayam Terhadap Peningkatan BB pada Bayi Gizi Kurang. Journal of Public Health, 1(April 2018), 46–52. https://doi.org/https://doi.org/10.32662/gjph.v1i1.150

Qodriyah, N. L., Jannah, M., & Meilina, L. (2025). Pengaruh Rasio Rehidrasi Pada Fortifikasi Tepung Labu Kuning dan Tepung Ikan Lele terhadap Karakteristik Fisik Bubur Bayi Instan. Jurnal Teknologi Dan Mutu Pangan, 4(1), 71–81. https://doi.org/10.30812/jtmp.v4i1.5092

Ridhoni, A., Rumekty, B. D., Candra, Wijaya, D. S., Hartono, E. T., Cristina, F., Sa’diah, H., Ananda, L., Garini, M. A., Alviansyah, R., Febriyanti, S., Yunita, S., Melani, Y., Kristianawati, & Peronika, Y. S. (2024). Pemanfaatan Olahan Labu Kuning untuk MPASI sebagai Pencegahan Stunting pada Anak Balita. Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3). https://doi.org/https://doi.org/10.59024/faedah.v2i3.990

Septianto, A. F., Lituhayu, D., & Setianingsih, E. L. (2024). Implementasi kebijakan penurunan kasus stunting di kota Samarinda. Journal of Public Policy and Management Review, 13(4), 1–17. https://doi.org/10.14710/jppmr.v13i4.47041

World Health Organization. (2023). Global strategy for women’s, children’s and adolescents’ Health. https://apps.who.int/gho/data/node.gswcah

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Adhila, G., Milasari, N., Sundu, R., Namira, N. A. P., Rachman, N. R., Rachmanissa, N., Nabila, A. B., Dhevani, A. A., & Ananda, A. (2025). Pelatihan Pembuatan Cheese Cake Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) sebagai Alternatif Makanan Fungsional dalam Pencegahan Stunting di Poyandu Kemuning, Sambutan . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(10), 5467–5472. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3516

Issue

Section

Articles