Optimalisasi KWT Kelurahan Cikalang, Kota Tasikmalaya Melalui Inovasi SITOMAT sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3542Keywords:
hipertensi, pemberdayaan masyarakat, tomat, Kelompok Wanita Tani (KWT)Abstract
Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di dunia maupun Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya yang mencatat 50.521 kasus pada tahun 2022, serta 321 kasus di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya preventif berbasis pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program SITOMAT (Solusi Intervensi Tomat untuk Mengendalikan Hipertensi) yang dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Cikalang. Program ini memanfaatkan potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan konsumsi tomat sebagai sumber kalium yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kegiatan meliputi sosialisasi hipertensi, edukasi budidaya tomat, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta praktik penanaman yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi, penguatan kapasitas KWT, dan terbentuknya kemandirian warga dalam mengelola kesehatan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Program SITOMAT berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi berbasis pangan sehat dan budidaya rumah tangga.
Downloads
References
Ayu, S. M., Budiartama, G. Y., Kemalasari, R., Setiandini, Y., Rahmayanti, K., & Sari, N. C. (2024). Sosialisasi pencegahan hipertensi di RT 9 dan RT 12 Karangjambe, Banguntapan, Bantul melalui media poster. COVIT (Community Service of Tambusai): Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2).
Data sekunder Puskesmas Kahuripan tahun 2025
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, “Profil Kesehatan Kota Tasikmalaya,” Kota Tasikmalaya, 2023. [Online]. Available: https://dinkes.tasikmalayakota.go.id/storage/dok/informasi/Profil
Indrawati, L., Werdhasari, A., & Kristanto, A. Y. (2009). Hubungan pola kebiasaan konsumsi makanan masyarakat miskin dengan kejadian hipertensi di Indonesia. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 19(4)
Kesehatan Kota Tasikmalaya 2023 (1).pdf
Menkent RI. Pusdatin Hipertensi. Infodatin. 2014;
Mills KT, Stefanescu A, He J. The global epidemiology of hypertension. Nat Rev Nephrol. 2020;16(4):223–37.
Mills KT, Bundy JD, Kelly TN, Reed JE, Kearney PM, Reynolds K, et al. Global disparities of hypertension prevalence and control. Circulation. 2016;134(6):441–50.
Novianti, D. P., Ketut, N., Sulendri, S., Lutfiyah, F., Suhaema, D., Gizi, J., Kesehatan, P., Mataram,K., Praburangkasari, J., Cermen, D., Sandubaya, M., Nusa, T., & Barat, I. (2022). PengaruhPemberian Buah Tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap Penurunan Tekanan Darah padaPasien Hipertensi. Student Journal of Nutrition,1(1), 33–40
Pradian, G., Nasution, ade saputra, & Sholehah, khusnul makhatul. (2020). Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap. Jurnal Ilmiah Keperawatan,13(1), 76–99.
Puspawidari, E., Hidayani, & Hanifa, F. (2025). Perbandingan pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil di TPMB E Kabupaten Garut tahun 2024. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(8).
Widyarani, L. (2019). Pengaruh Pemberian Jus Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Stadium I. Jurnal Kesehatan Masyarakat,12(Khusus).https://doi.org/10.47317/jkm.v12ikhusus.157.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rif’an Haqqi Fakhrulloh, Panji Setyawan, Wulan Nur Aini, Marisa Adzani Poetri, Aulia Nuri Najmi Rindani, Lafida Nisa Fauziah, Andy Muharry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












