Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Pupuk Cair Organik melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW 10, Kelurahan Mulyasari
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3584Keywords:
pupuk cair organik, air cucian beras, fermentasi, limbah rumah tangga, pemberdayaan masyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RW 10 Kelurahan Mulyasari dalam memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk cair organik. Minimnya pemahaman mengenai pengolahan limbah rumah tangga menyebabkan air cucian beras belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif partisipatif melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Tahapan kegiatan meliputi edukasi kandungan nutrisi air cucian beras, penjelasan fungsi setiap bahan tambahan, serta demonstrasi pembuatan pupuk cair organik hingga proses fermentasi selama 7–14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan pupuk cair organik secara mandiri, mulai dari pencampuran bahan hingga pengamatan keberhasilan fermentasi berdasarkan perubahan warna, aroma, dan pembentukan buih. Peserta juga memahami manfaat penggunaan pupuk cair organik bagi tanaman dan dampaknya terhadap pengurangan limbah rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendorong penerapan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kemampuan warga dalam memanfaatkan limbah cair domestik sebagai pupuk organik sederhana yang dapat digunakan untuk menunjang pertanian pekarangan secara berkelanjutan.
Downloads
References
Astuti, R., & Wibowo, A. (2020). Pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Agroteknologi, 12(2), 55–63.
Fitriyani, S. (2018). Pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui peningkatan literasi lingkungan masyarakat. Jurnal Ekologi dan Lingkungan, 5(1), 21–28.
Hasbullah, A., Rantung, S., & Pandey, T. (2022). Pemanfaatan limbah air cucian beras sebagai pupuk organik cair. Jurnal VIVABIO, 4(1), 33–41.
Haryono, D., & Setiawan, A. (2019). Pengaruh edukasi lingkungan terhadap praktik pengelolaan limbah organik masyarakat perkotaan. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 4(2), 65–74.
Herlina, S. (2018). Penggunaan pupuk cair organik untuk pertanian pekarangan. Jurnal Agrosains, 11(1), 33–41.
Hidayati, N. (2017). Pengaruh fermentasi terhadap kualitas pupuk organik cair. Jurnal Agroindustri, 5(2), 45–52.
Iswanto, H. (2015). Pengelolaan limbah domestik berbasis prinsip 3R. Jurnal Lingkungan, 4(3), 112–120.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Pertanian berkelanjutan berbasis organik. Kementan RI.
Pratama, R., & Lestari, Y. (2018). Pengaruh peningkatan pengetahuan lingkungan terhadap perubahan perilaku masyarakat. Jurnal Pemberdayaan, 3(1), 33–41.
Purnomo, A., & Astuti, R. (2020). Pupuk organik cair dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Jurnal Agroteknologi, 12(2), 55–63.
Putri, R. D., Handayani, L., & Maulana, F. (2021). Kandungan nutrisi air cucian beras dan potensinya sebagai pupuk organik cair. Jurnal Biologi Tropis, 21(3), 234–241.
Rahmawati, A. (2020). Penerapan pupuk organik cair pada pertanian keluarga. Jurnal Urban Farming, 4(1), 12–20.
Sukardi, D. (2017). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan berbasis praktik. Jurnal Pengabdian Nusantara, 2(1), 25–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Najwa Septi Adwitiya, Dinar Puji Wardiani, Salwa Fathia Az Zahra, Luvita Puspitasari, Lista Gefarani Simanjuntak, Diska Maoli Nurmala, Salsabila Ayunigtyas, Sonia Rakhman, Irna Helena Siahaan, Dini Martini, Nabila Jatnikawati, Nurma Haerunnisa, Ilham Imam Baili, Yasmina Zahra Nuraini, Nissa Noor Annashr, Bella Kusuma Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












