Upaya Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Melalui Pengenalan, Pencegahan, dan Penanganan Penyakit Akibat Kerja
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3630Keywords:
kesehatan kerja, keselamatan kerja, edukasi kesehatan, pekerja industri, penyakit akibat kerjaAbstract
Pekerja industri memiliki risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja (PAK) karena paparan faktor fisik, kimia, dan ergonomi yang berulang. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan mengenai prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta menurunkan produktivitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang pengenalan, pencegahan, dan penanganan PAK melalui edukasi kesehatan di PT Intidragon Suryatama, Mojokerto. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi serta simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD), dan diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Peserta kegiatan berjumlah 50 pekerja bagian produksi dengan rentang usia 25–45 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 22,6% setelah edukasi, yang menandakan efektivitas metode pembelajaran berbasis visual. Hasil wawancara juga mengungkapkan bahwa keluhan paling umum dialami pekerja adalah kelelahan kerja, yang berkaitan dengan beban fisik tinggi dan postur kerja tidak ergonomis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi K3 menggunakan media visual mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran pekerja terhadap risiko kesehatan kerja. Disarankan agar perusahaan melaksanakan pelatihan K3 secara berkala, memperkuat tim K3 internal, serta mengintegrasikan aspek ergonomi dalam manajemen keselamatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Downloads
References
Effendi, M., & Prasetyo, E. B. (2024). Efforts to increase public awareness on occupational safety and health (K3) in the plantation sector: A case study of melon plantations in Lamongan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(1), 35–42. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi/article/view/17340
Ekawati, N. D. (2022). Penyuluhan keselamatan kerja pada pekerja industri tahu di Semarang. Jurnal Pengabdian dan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 4(2), 112–118. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphcs/article/view/13921
Haryanto, R., & Lestari, D. A. (2023). Analisis faktor risiko kelelahan kerja pada pekerja industri tekstil di Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 8(2), 145–152. https://doi.org/10.35874/jkmi.v8i2.4531
Hong, K. J. (2024). Effects of a problem-based learning education program for occupational health nursing using smart learning on occupational health knowledge. Healthcare, 12(7), 737. https://doi.org/10.3390/healthcare12070737
International Labour Organization. (2023). Statistics on occupational safety and health: Global trends 2023. Geneva: ILO. https://www.ilo.org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nasional 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Binwasnaker & K3, Kemenaker RI. https://kemnaker.go.id
Mawaddah, N., Fatmawati, A., Prastya, A., Mujiadi, M., Ariyanti, F. W., Suhartanti, I., ... & Kusuma, Y. L. H. (2024). Skrining Dan Konseling Kesehatan Dalam Upaya Meningkatkan Manajemen Kesehatan Diri Dan Pencegahan Penyakit Degeneratif Pada Pekerja Pabrik. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1-9. https://doi.org/10.30822/berbakti.v2i1.3189
Mekonnen, B., Tiruneh, S. A., & Abera, A. (2022). Work-related disease symptoms and occupational injuries among coffee processing industry workers in Bench Sheko and Kaffa zones, Southwest Ethiopia: A mixed-method study. Frontiers in Public Health, 10, 1034957. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.1034957
Nurhayati, S., Fadhilah, R., & Putra, A. R. (2024). Association between fatigue, noise exposure, and working hours among manufacturing workers. Indonesian Journal of Occupational Health, 5(1), 33–40. https://doi.org/10.54012/ijoh.v5i1.223
Pees, S. O., De Brouwer, C. P. M., Vonk, A., & van der Molen, H. F. (2024). Effects of interventions implemented by occupational health professionals to prevent work-related harm: A systematic review. Occupational Medicine (Oxford), 74(2), 145–159. https://doi.org/10.1093/occmed/kqad082
Rahman, F., & Widodo, B. S. (2022). Relationship between work fatigue and risk of industrial accidents among factory workers in East Java. Jurnal Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 4(3), 187–195. https://doi.org/10.25077/jkkl.4.3.187-195.2022
Rahman, H., Astuti, I., & Mulyani, D. (2023). Occupational health promotion as a preventive approach in industrial workers. Jurnal Abdimas Kesehatan, 6(2), 87–95.
Rakhshani, T., Shahraki-Sanavi, F., & Shahraki-Vahed, A. (2023). Effect of educational intervention based on protection motivation theory on preventive behaviors of workers exposed to occupational hazards. Frontiers in Public Health, 11, 1185623. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1185623
Shrestha, S., Yadav, S., & Bhandari, K. (2025). Effectiveness of workplace health promotion programs for industrial workers: A systematic review. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 31(1), 44–58. https://doi.org/10.1080/10803548.2025.100001
Younis, U., Azhar, M., Malik, S., & Rana, Z. (2022). Work-related musculoskeletal disorders and their associated risk factors among dental practitioners: A systematic review. BioMed Research International, 2022, 4099071. https://doi.org/10.1155/2022/4099071
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mujiadi Mujiadi, Atikah Fatmawati, Ike Prafita Sari, Nurwidji Nurwidji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













