Pendampingan Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Public Speaking Menuju Desa Wisata Berbasis Digital di Desa Tambakcemandi, Sedati, Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i10.3686Keywords:
public speaking, FGD, desa wisata digitalAbstract
Desa Tambakcemandi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, memiliki potensi wisata alam yang kaya, namun pengelolaannya masih terbatas dan belum optimal. Untuk mengembangkan desa ini menjadi desa wisata berbasis digital, diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal komunikasi, pengelolaan, dan promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Public Speaking, yang akan memperkuat peran masyarakat dalam mengembangkan desa wisata secara profesional dan berbasis teknologi. Pendampingan FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan di desa, seperti pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha wisata, untuk merumuskan strategi pengembangan desa wisata berbasis digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi yang terkoordinasi dalam mempromosikan desa menggunakan teknologi digital dan meningkatkan daya tarik wisata. Pelatihan Public Speaking meningkatkan keterampilan komunikasi masyarakat, terutama pelaku wisata lokal, dalam menyampaikan informasi tentang potensi wisata desa kepada wisatawan. Keterampilan berbicara di depan umum yang baik sangat penting untuk memberikan pengalaman yang positif kepada wisatawan serta meningkatkan citra dan daya tarik desa wisata. Melalui kegiatan ini masyarakat Desa Tambakcemandi mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan desa mereka, mengelola desa wisata dengan lebih efektif, serta meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.Pendekatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar pemangku kepentingan dan menciptakan ekosistem desa wisata yang berkelanjutan dan inovatif.
Downloads
References
Anwar. (2015). Pendidikan kecakapan hidup (life skills education): Konsep dan implementasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(2), 123–134.
Gündüz, N. (2019). The Importance of Public Speaking in Tourism Sector. International Journal of Social Sciences, 8(2), 112-120.
Hidayat, M., & Nugroho, S. (2020). Pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi desa wisata. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 89–98
Putra, I. G. N., & Pitana, I. G. (2010). Pariwisata berbasis masyarakat: Model pengembangan desa wisata di Indonesia. Jurnal Analisis Pariwisata, 10(1), 45–58.
Rahmawati, D., & Suryadi, K. (2019). Peran digital marketing dalam meningkatkan kunjungan wisata pada desa wisata. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(2), 109–118.
Sari, A., Hidayat, T., & Putra, R. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Digital: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 4(1), 34-48.
Sari, L. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Focus Group Discussion untuk Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(3), 110-120.
Sigala, M. (2018). Social media and customer engagement in the tourism industry. Tourism Management, 64, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2017.08.007
Suryani, N., & Utami, D. (2020). Pelatihan public speaking bagi pelaku usaha pariwisata sebagai upaya peningkatan kualitas layanan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 215–223.
Wibowo, A., & Prasetyo, A. (2021). Pendampingan masyarakat melalui Focus Group Discussion dalam pengembangan desa wisata berbasis digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 112–120.
Widodo, W., & Prabowo, A. (2022). Pelatihan Public Speaking untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Desa Wisata. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat, 8(3), 101-115.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Oni Dwi Arianto, Fitri Norhabiba, Vinda Maya Setianingrum, Puspita Sari Sukardani, Hasna Nur Lina, Tatak Setiadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












