Kolaborasi Masyarakat dan Mahasiswa Dalam Praktik dan Pengenalan Seni Tutunggulan Di Desa Mekarjaya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i8.369Keywords:
Kolaborasi, Seni Tutunggulan, KKNAbstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk pengenalan kesenian tutunggulan di desa mekarjaya kecamatan kiarapedes kabupaten purwakarta yang terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahunnya khususnya dalam perkembangan fungsi. Masalah utama yang di bahas adalah bagaimana perkembangan kesenian tutunggulan di kabupaten Purwakarta Tahun 1990-2023. Metode yang digunakan adala observasi, yaitu dilakukan pengamatan secara langsung terhadap berbagai aktivitas kesenian Tutunggulan dan Dilakukan proses kolaborasi antara mahasiswa dengan seniman kesenian tutunggulan. Hasil pelaksana kegiatanan ini menunjukan bahwa kesenian tutunggulan merupakan kesenian yang telah ada sejak dahulu yang diwariskan secara turun-temurun yang lahir dari ide kreatif masyarakatnya, terdapat perkembangan fungsi dalam kesenian tradisional Tutunggulan fungsi sakral berubah menjadi hiburan yang bersifat propan. Kabupaten purwakarta kesenian tutunggulan tersebar diberbagai daerah, namun disini pelaksana kegiatan pengabdian hanya mengambil di desa yang masih mempertahankan kesenian tutunggulan yaitu di Desa Mekartajaya Kecamatan Kiarapedes. Dalam menyajikan kesenian Tutunggulan di Desa Mekarjaya memiliki fungsi ganda yaitu sebagai fungsi ritual dan hiburan, Perkembangan tersebut bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian tradisional ditengah-tengah perkembangan teknologi yang semakin maju.
Downloads
References
Ananda, Y. R. (2010). Penyajian Tutunggulan Dalam Acara Hiburan Panen Padi Di Kampong Sembah Dalem Desa Puspasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi Sarjana Pada Pendidikan Seni Musik UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Ismaun. (2005). Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu dan Wahana Pendidikan. Bandung: Historia Utama Press.
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar Ilmu Antropologi : Pokok-Pokok Etnografi II. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi : Pokok-Pokok Etnografi II. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Lauer. (2001). Perspektif Tentang Perbahan Sosial, Alih Bahasa, Alimandan S.U (Perspectives on social change). Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Santosa, Budhi. (1981). “Kesenian dan Nilai-nilai Budaya” Analisis kebudayaan. Th II 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Sedyawati, E. (1981). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.
Soedarsono, R. M. (1999). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soedarsono, R. M. (2003). Seni Pertunjukan dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Masa University Press.
Soekanto, (2007). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Yoeti. A.O. (1985). Melestarikan Seni Budaya Tradisional Yang Nyaris Punah. Bandung : Depdikbud.
Windasari. W. (2012). Seni Tutunggulan Di Desa Mekarjaya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta: Tinjauan Deskriptif. Skripsi Sarjana Pada Jurusan Karawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Bandung: Tidak Diterbitkan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dayat Dayat, Gilang Muhamad Ulumudin, Olin Rizky Zazuli, Andi Solehudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












