Langkah Awal Mencegah Penularan Scabies di MTS Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda Melalui Edukasi Untuk Mewujudkan Kualitas Hidup Bersih Dan Sehat

Authors

  • Nurus Sobah Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Dendi Anjestu Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Noor Saputro Wibowo Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Salsabila Sudirman Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3727

Keywords:

Skabies, Pondok Pesantren, Kulit, Pengetahuan, Kebersihan

Abstract

Skabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di lingkungan pondok pesantren dengan tingkat kepadatan tinggi dan sanitasi yang kurang memadai. Penyakit ini ditandai dengan rasa gatal hebat terutama pada malam hari serta lesi kulit khas berupa terowongan. Prevalensi skabies di Indonesia cukup tinggi, berkisar antara 4,60% hingga 12,95% per tahun, dan menduduki peringkat ketiga penyakit kulit tersering di fasilitas kesehatan. Faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan, praktik kebersihan pribadi yang kurang, kebiasaan tidur bersama, serta penggunaan barang secara bergantian. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies, menumbuhkan kesadaran pencegahan penularan, serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet edukatif, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di MTS Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda pada 29 November 2025 dengan melibatkan 30 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 56 menjadi 94,7 pada post-test. Selain itu, kuisioner kepuasan peserta memperlihatkan mayoritas responden sangat puas terhadap ketepatan waktu, kejelasan materi, penguasaan pemateri, serta relevansi materi dengan kebutuhan mereka. Kesimpulannya, promosi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai pencegahan skabies, sekaligus mendorong penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung kualitas hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggara, C., Lamri, & Setiadi, R. (2019). Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Samarinda. Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur.

Esri Andrew Koresa Egeten., Sulaemana Engkeng & Chreisye K. F. Mandagi. (2019). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Cara Pencegahan Penyakit Skabies Di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal KESMAS, Vol. 8, No. 6.

Fharastika.A .(2020). Status Keluhan Penyakit Kulit Santri Al-Ikhlas, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. UIN Alauddin Makassar. Hummed 2020;1(3):149-159.

Hikmah Nurul Annisa, Kadarwati Ari, Sampurmantoro Bayu, Sisilia Febriani, Pakpahan, & Krisanty Wayan Ni. (2023). Kebersihan Tempat Tidur dan Sprei Sebagai Faktor Resiko Scabies Di Pondok Pesantren Tashih Quran Ar-Rofi Semarang Tahun 2023. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. Volume 1. No. 1

Khoiriyah, Sukraeny, N., Alfiyanti, D., Renni, Y., Syahputra, M. Y., & Ayu, R. (2023). Upaya Preventif Dan Kuratif Masalah Kesehatan Kulit Berbasis Evidence Based Practice Pemanfaatan Bahan Alam. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 1–6.

Mayrona, C. T., Subchan, P., & Widodo, A. (2018). Pengaruh Sanitasi Lingkungan terhadap Prevalensi Terjadinya Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Matholiul Huda Al Kautsar Kabupaten Pati. Januari 2018 JKD, 7(1), 100–112.

Mendila Imaniar. (2022). FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda Tahun 2022.

Nada, D. D., Mayasari, D., & Dewi, I. K. (2019). Penatalaksanaan Holistik Crusted Scabies sebagai Neglected Tropical Disease. MEDULA, Medicalprofession Journal of Lampung University, 9(3), 438–444.

Rizma. (2025). Skabies di antara penyakit kulit : studi prevalensi di klinik pratama soedirman tahun 2024. Jurnal Ilmu Kedokteran (Journal of Medical Science), Jilid 19, Nomor 1, Maret 2025, Hal. 84-89 https://doi.org/10.26891/JIK.v19i1.2025. 84-89.

Ubaidillah .(2022). Pendidikan Dan Penyuluhan Tentang Pencegahan Penyakit Scabies Di Rutan Kelas II B Bantul Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia. Volume 2. No.2

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

Sobah, N., Anjestu, D., Wibowo, N. S., & Sudirman, S. (2026). Langkah Awal Mencegah Penularan Scabies di MTS Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda Melalui Edukasi Untuk Mewujudkan Kualitas Hidup Bersih Dan Sehat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(11), 6153–6159. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3727

Issue

Section

Articles