Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Buddhis di Lombok Utara Melalui Usaha Pengolahan Hasil Pertanian

Authors

  • Prihadi Dwi Hatmono STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Indonesia
  • Lery Prasetyo STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Indonesia
  • Situ Asih STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Indonesia
  • Novianti Novianti STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3778

Keywords:

Pemberdayaan, masyarakat, Buddhis, pertanian, produk

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatan ekonomi masyarakat Buddhis di Kabupaten Lombok Utara melalui program pemberdayaan berbasis pengolahan hasil pertanian. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil pertanian, khususnya komoditas kopi, kakao, dan produk kebun lainnya agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, observasi lapangan, identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis pengolahan dan pascapanen, penyediaan peralatan, pendampingan kewirausahaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada komunitas Buddhis di kabupaten Lombok Utara. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hasil pertanian, tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya pengolahan produk untuk meningkatkan nilai jual, tersedianya fasilitas pengolahan berupa alat pengupas dan penggiling kopi, serta meningkatnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Secara keseluruhan, program ini berjalan lancar dan mendapat respon positif, serta berpotensi mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Buddhis secara berkelanjutan jika didukung pendampingan lanjutan dan kebijakan daerah yang relevan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.

Friedmann, J. (1992). Empowerment: The Politics of Alternative Development. Cambridge, MA: Blackwell Publishers.

Ife, J. (2002). Community Development: Community-Based Alternatives in an Age of Globalisation. Frenchs Forest, NSW: Pearson Education Australia.

Payutto, P. A. (1994). Buddhist Economics: A Middle Way for the Market Place. Bangkok: Buddhadhamma Foundation.

Schumacher, E. F. (1973). Small Is Beautiful: Economics as if People Mattered. London: Blond & Briggs.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. New York, NY: Alfred A. Knopf.

Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12th ed.). Boston, MA: Pearson Education.

Tisdell, C. (2006). The Economics of Buddhism and the Dilemmas of Buddhist Economists. International Journal of Social Economics, 33(8), 639–653. https://doi.org/10.1108/03068290610683408

Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1996). Agricultural Extension. Oxford: Blackwell Science.

Wijesinghe, C. (2017). Buddhist Economic Ethics: A Path to Sustainable Development. Journal of Buddhist Studies, 25(1), 55–78.

Yunus, M. (2010). Building Social Business: The New Kind of Capitalism That Serves Humanity’s Most Pressing Needs. New York, NY: PublicAffairs.

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

Hatmono, P. D., Prasetyo, L., Asih, S., & Novianti, N. (2026). Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Buddhis di Lombok Utara Melalui Usaha Pengolahan Hasil Pertanian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(11), 6309–6317. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3778

Issue

Section

Articles