Edukasi Radiofarmasi: Aspek Keamanan untuk Keluarga, Anak, dan Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3780Keywords:
radiofarmasi, pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan, keselamatan radiasi, pemahaman masyarakatAbstract
Radiofarmasi digunakan dalam kedokteran nuklir untuk tujuan diagnostik dan terapeutik dengan dosis radioaktif yang kecil dan terkontrol. Pemahaman masyarakat terhadap radiofarmasi masih rendah, sering disertai persepsi negatif terkait risiko radiasi, terutama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta Posyandu Labuhan Ratu mengenai radiofarmasi, manfaatnya dalam pelayanan kesehatan, serta aspek keamanannya. Metode meliputi sosialisasi, penyampaian materi edukasi berbasis bukti, sesi tanya jawab, pretest, dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan (p < 0,05), dengan seluruh peserta mampu memahami manfaat radiofarmasi, aspek keamanan dosis, serta penerapan proteksi radiasi bagi kelompok rentan. Edukasi juga memperbaiki persepsi peserta, mendorong sikap kritis, dan kesadaran akan konsultasi medis sebelum pemeriksaan berbasis radiasi. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi radiofarmasi efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan aman, manfaat diagnostik dan terapeutik, serta perlindungan pasien pada pemeriksaan kedokteran nuklir.
Downloads
References
Aningsih, S., Rahmawati, N., & Pratama, A. (2024). Edukasi bahaya paparan radiasi kepada siswa SMA di Majalaya, Jawa Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(4), 1123–1129.
Darwansyah, A. E. P., Putri, M. R. S., Putra, A. C. S., Abdullah, M. A., Masso, N. F. A., Saraswati, N. P., & Nasokha, I. M. M. (2025). Penyuluhan masyarakat mengenai proteksi radiasi pada pemeriksaan radiologi. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 173–179.
Ertay, T. (2020). A guide to current good radiopharmacy practices in radiopharmaceutical preparation (PET, therapy, SPECT). Nuclear Medicine Seminars, 6(3), 256–268. https://doi.org/10.4274/nts.galenos.2020.0020
Kurniasari, S., Yunus, M., Demulawa, M., Paputungan, D. T., Akuba, K. R., & Virna, R. (2024). Sosialisasi manfaat dan bahaya radiasi pada pemeriksaan radiologi. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 92–95.
Lubis, S., Suharlim, E., Hayati, I. M., Hamidah, M. A., & Pratama, A. (2025). Penerapan keselamatan radiasi sinar-X pada petugas radiologi. JEAS: Jendela Aswaja, 6(2), 252–258.
Maharisa, Y. (2025). Pengenalan bahaya radiasi pada pemeriksaan radiologi terhadap masyarakat di Swadaya IV Kecamatan Gunung Terang Bandar Lampung. Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat.
Naik, D., et al. (2023). Duration of breastfeeding interruption in nuclear medicine procedure. Journal of Nuclear Medicine Technology, 51(3), 239–246.
Pelawi, A., Harahap, V., & Nasution, M. R. (2023). Radiation safety and self-protection education for healthcare workers and patients in radiology facilities of hospitals and clinics in North Sumatra. Jurnal Pengabdian Masyarakat Hablum Minannas, 2(1), 90–98. https://ejournal.steitholabulilmi.ac.id/index.php/jpkmhm/article/view/880
RadiologyInfo.org (RSNA). (2025). Pediatric nuclear medicine.
https://www.radiologyinfo.org/en/info/nuclear-pdi
World Health Organization. (2023). Radiopharmaceuticals.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Silvia Sekar Ardi Nurjana, Erlita Tri Wahyuni, Fivi Az-Zahra Putri Dwiza, Yolanda Angelina Vanachy, Qarirah Khansa, Rani Hasanah Putri, Ihsanti Dwi Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












