Pendidikan Kesehatan Tentang Sinkop dan Choking Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan PMR di SMP Muhammadiyah 6 Samarinda

Authors

  • Intan Mega Pratiwi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Burhanto Burhanto Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Ayu Nuriana Sari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Maulida Eka Cahyani Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Afriza Azza Muhammad Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Afifah Nur Madaniya Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Ardelia Bernadine Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Elsa Nur Janah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Hamida Vistin Puryaska Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Sri Herawati Supardi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia
  • Windy Sekar Rengganis Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3844

Keywords:

Pendidikan Kesehatan, sinkop, choking, Palang Merah Remaja, kesiapsiagaan

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dalam menghadapi kejadian kegawatdaruratan berupa sinkop dan tersedak (choking) di lingkungan sekolah melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, penggunaan media PowerPoint dan leaflet, serta demonstrasi dan praktik langsung pertolongan pertama. Kegiatan dilaksanakan pada 35 anggota PMR SMP Muhammadiyah 6 Loa Bakung Samarinda dengan tahapan pretest untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi dan praktik keterampilan, serta posttest sebagai evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tanda, penyebab, serta langkah pertolongan pertama pada sinkop dan choking, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari sebelum ke sesudah edukasi. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan kembali teknik pertolongan pertama dengan lebih percaya diri dan tepat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan yang disertai media edukatif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan anggota PMR sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah, sehingga berpotensi mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Heart Association. (2021). First aid guidelines update for choking and syncope. Circulation Journal.

Asmi, R., & Nurpratama, D. (2023). Efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sehat, 4(3), 201–209.

Brignole, M., et al. (2022). Syncope in adolescents and young adults: Updated clinical management. European Heart Journal, 43(5), 450–472.

Dewi, R., & Rahayu, S. (2021). Efektivitas media leaflet dan presentasi visual dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 12(2), 85–94.

Ilham, M., & Wulandari, T. (2021). Pengaruh ceramah interaktif terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada remaja. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 34–42.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Kurniasari, R., & Dewi, A. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada peserta didik. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 45–52.

Munawar, A., Sari, P., & Nugroho, D. (2023). Hands-on first aid training improves adolescents’ emergency response skills: A systematic review. International Journal of Emergency Education, 5(1), 22–31.

Nurhasanah, S., & Rahayu, D. (2022). Pengetahuan remaja mengenai penanganan pingsan (syncope) di lingkungan sekolah. Jurnal Keperawatan Remaja, 5(2), 89–97.

Putri, F., Lestari, W., & Hamzah, A. (2023). Pendidikan kesehatan tentang sinkop pada anggota Palang Merah Remaja dan pengaruhnya terhadap kesiapsiagaan siswa. Jurnal Keperawatan Remaja, 4(2), 77–86.

Putri, L., & Widyastuti, A. (2021). Edukasi penanganan tersedak pada siswa sekolah menengah sebagai upaya mencegah henti napas. Jurnal Promosi Kesehatan Sekolah, 9(1), 15–22.

Safitri, N., & Julaecha, R. (2023). Dampak edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada siswa sekolah. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 112–119.

Setiawan, R., Hartati, M., & Nadila, S. (2022). Partisipasi siswa dalam organisasi kesehatan sekolah: Analisis perbedaan gender dalam kegiatan PMR. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 8(3), 112–121.

Suharti, L. (2020). Pengaruh metode demonstrasi dan audiovisual terhadap peningkatan keterampilan pertolongan pertama pada remaja. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(4), 210–218.

Zech, A., Wellmann, K., Büsch, D., & Meyer, T. (2020). Effects of school-based first aid training on students’ knowledge, skills, and attitudes: A longitudinal study. Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine, 28(1), 1–9.

Sari, D. P., & Putra, R. A. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi kegawatdaruratan. Jurnal Keperawatan Komunitas, 9(2), 85–92.

Shen, W. K., et al. (2020). 2020 ACC/AHA guideline for the evaluation and management of syncope. Journal of the American College of Cardiology, 75(1), 1–78.

World Health Organization. (2021). Global health estimates on injury and choking prevention. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Pratiwi, I. M., Burhanto, B., Sari, A. N., Cahyani, M. E., Muhammad, A. A., Madaniya, A. N., Bernadine, A., Janah, E. N., Puryaska, H. V., Supardi, S. H., & Rengganis, W. S. (2026). Pendidikan Kesehatan Tentang Sinkop dan Choking Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan PMR di SMP Muhammadiyah 6 Samarinda. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(11), 6636–6642. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3844

Issue

Section

Articles