Kenali Kombinasi Berbahaya Obat dan Makanan Penyakit Hipertensi dan Diabetes Pada Lansia di Puskesmas Juanda
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i11.3915Keywords:
Hipertensi, diabetes mellitus, interaksi obat–makanan, lansia, penyuluhan kesehatanAbstract
Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi bersamaan dan memerlukan terapi jangka panjang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dan makanan, terutama pada kelompok lansia. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai kombinasi obat dan makanan yang berbahaya dapat menurunkan keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien hipertensi dengan diabetes mellitus mengenai interaksi obat–makanan melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan secara langsung di Puskesmas Juanda dengan media presentasi dan leaflet, disertai sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert untuk menilai tingkat pengetahuan dan kepuasan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta lansia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta terhadap materi interaksi obat–makanan berada pada kategori sangat mengerti dengan nilai rata-rata sebesar 92,5%, sedangkan tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 81,5% dan termasuk kategori sangat puas. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait penggunaan obat dan pengaturan pola makan pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan pengelolaan pola makan yang lebih tepat sehingga mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Downloads
References
DiPiro, J. T., et al. (2023). Pharmacotherapy: A pathophysiologic approach (12th ed.). McGraw-Hill Education.
Handayani, R., & Wulandari, A. (2019). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(2), 123–130.
Hendrawan, A., & Putri, R. A. (2022). Tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat pada penyakit kronis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 85–92.
Joshi, A., Kale, S., Chandel, S., & Pal, D. K. (2015). Likert scale: Explored and explained. British Journal of Applied Science & Technology, 7(4), 396–403.
Katzung, B. G., Trevor, A. J., & Masters, S. B. (2021). Basic & clinical pharmacology (15th ed.). McGraw-Hill Education.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Riset kesehatan dasar (RISKESDAS) 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Pradana, A., Putri, R., & Lestari, D. (2020). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan pasien diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 34–42.
Rahmawati, S., & Sari, P. (2021). Interaksi obat dan makanan pada pasien penyakit kronis. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 77–85.
Stockley, I. H. (2016). Stockley’s drug interactions (11th ed.). Pharmaceutical Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumartini, N. K., Lestari, P. W., & Santoso, A. (2020). Analisis deskriptif kuantitatif menggunakan skala Likert dalam penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 29–38.
World Health Organization. (2022). Health education and patient safety guidelines. World Health Organization.
Wójcikowski, J., & Daniel, W. A. (2017). Drug–food interactions: Pharmacokinetic and pharmacodynamic aspects. Pharmacological Reports, 69(4), 605–618.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Kadek Widya Santi, Febiyana Melinda, Hadi Kuncoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












