Penyuluhan Kesehatan Tentang Cara Merawat Pasien Dengan Masalah Resiko Perilaku Kekerasan Di RSJD Abepura
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i8.398Keywords:
Perilaku Kekerarasan, Keluarga, Penyuluhan Kesehatan, PerawatAbstract
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan tentang cara merawat pasien gangguan jiwa dengan masalah resiko perilaku kekerasan di Ruang Poli RSJD Abepura. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tiga tahapan kegatan yaitu persiapan pelaksanaan, persiapan kelengkapan dan pelaksanaan pendidikan kesehatan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang. Kegiatan diselenggarakan di Aula RSJD Abepura Kota Jayapura Provisi Papua. Sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah masyarakat diantaranya orangtua dan keluarga terdekat. Berdasarkan hasil pendidikan kesehatan yang dilakukan, hasil menunjukkan bahwa Sebanyak 8 orang yang mengalami peningkatan pengetahuan dari 70% menjadi 100%, 12 orang meningkat dari 50% menjadi 100%, sebanyak 1 orang yang mengalami peningkatan pengetahuan dari 40% menjadi 90%, dan pengetahuan 1 orang meningkat dari 30% menjadi 90%. Kegiatan penyuluhan kesehatan berlangsung dengan baik dan mendapat respon yang positif dari masyarakat serta perawat. Terdapat peningkatan pengetahuan oleh seluruh peserta yang hadir. Hal ini menjadi wujud nyata kerja sama antar lembaga pendidikan dan kesehatan serta wujud pengabdian kepada masyarakat sebgai salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Downloads
References
Arisandy, W., & Sulistiowati, E. (2020). Kemampuan Keluarga dalam Merawat Pasien Perilaku Kekerasan. Jurnal'Aisyiyah Medika, 5(2).
Charlson, F., Ommeren, M.V., Flaxman, A., Cornett, J., Whiteford, H., & Saxena, S. (2019). New WHO prevalence estimates of mental disorders in conflict settings: a systematic review and meta-analysis. Lancet, 394: 240–250 http://dx.doi.org/10.1016/ S01406736(19)30934-1.
Kandar, K., & Iswanti, D. I. (2019). Faktor Predisposisi dan Prestipitasi Pasien Resiko Perilaku Kekerasan. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(3), 149-156.
Kemenkes RI. 2017. Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2016
Nanda. (2018). Nanda-I Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. (T. H. Herdman & S. Kamitsuru, Eds.) (11th ed.). Jakarta: EGC.
PPNI, T. P. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI
Putri, V. S., & Fitrianti, S. (2018). Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Terhadap Resiko Perilaku Kekerasan Pada Pasien Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi,7,138- 147. http://dx.doi.org/10.36565/jab.v7i2.77
Saragih, S., & Indriati, G. (2016). Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap keluarga tentang perawatan pasien resiko perilaku kekerasan di rumah (Doctoral dissertation, Riau University).
Subu, M. A., Holmes, D., & Elliot, J. (2016). Stigmatisasi dan perilaku kekerasan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Indonesia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(3), 191-199.
Suryenti, V. (2017). Dukungan dan beban keluarga dengan kemampuan keluarga merawat pasien resiko perilaku kekerasan di klinik jiwa rumah sakit jiwa Provinsi Jambi tahun 2017. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 39-46.
Sutejo (2018). Keperawatan Kesehatahn Jiwa. Prisnip dan Praktik Asuhan Keperawatan Jiwa. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.
Wehring, H.J., & Carpenter, W.T (2011). Violence and schizophrenia.Schizophrenia Bulletin, 37 (5), 877–778.
WHO. World Health Statistics 2017 : monitoring health for the SDGs, Sustainable Development Goals. (2017
Zahara, R., & Hizir, H. (2015). Pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga penderita skizofrenia dengan perilaku kekerasan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 3(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Naomi Frolinda Jober, Hendry Kiswanto Mendrofa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












