Edukasi Kesiapsiagaan ISPA Akibat Karhutla Melalui Pemanfaatan Rekam Medis dan Literasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Wanaraya Barito Kuala
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i12.4081Keywords:
kesiapsiagaan bencana, ISPA, literasi kesehatan, rekam medis keluarga, kebakaran hutanAbstract
Latar Belakang: Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana lingkungan yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya meningkatnya kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Rendahnya literasi kesehatan dan belum optimalnya pemanfaatan rekam medis keluarga menjadi tantangan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan kabut asap. Tujuan: meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ISPA akibat kebakaran hutan melalui edukasi literasi kesehatan dan pemanfaatan rekam medis keluarga di wilayah kerja Puskesmas Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala. Metode: pendekatan edukatif berbasis komunitas dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden yang terdiri dari kader kesehatan dan masyarakat. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan mengenai pencegahan ISPA serta pencatatan rekam medis keluarga sederhana. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, ditandai dengan kenaikan persentase jawaban benar dari kisaran 20–30% pada pre-test menjadi lebih dari 75% pada post-test. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang terintegrasi dengan pemanfaatan rekam medis keluarga efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak kesehatan bencana asap. Pendekatan berbasis komunitas ini berpotensi menjadi model penguatan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah rawan bencana serta mendukung pengembangan sistem kesehatan primer yang responsif dan berkelanjutan.
Downloads
References
Bappenas. (2023). Laporan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia 2023. Kementerian PPN/Bappenas.
Handayani, R., & Yuliani, D. (2023). Peran komunikasi empatik dalam edukasi kesehatan masyarakat. Jurnal Komunikasi Kesehatan Indonesia, 5(1), 22–31.
Lestari, R., Sari, F., & Wulandari, T. (2022). Peran kader kesehatan dalam pencegahan ISPA pada wilayah rawan kebakaran hutan. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat, 7(3), 150–158.
Mulia, P., Nofrizal, & Dewi, W. N. (2021). Analisis dampak kabut asap karhutla terhadap gangguan kesehatan fisik. Jurnal Ners Indonesia, 12(1).
Putri, D., & Nugroho, E. (2021). Model pemberdayaan kader sebagai upaya peningkatan literasi kesehatan komunitas. Jurnal Pengabdian dan Inovasi Sosial, 5(1), 44–53.
Rahmawati, A., & Hidayah, N. (2023). Partisipasi masyarakat dalam penguatan kesiapsiagaan kesehatan lingkungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 115–124.
Sari, Y., & Hapsari, L. (2021). Kesadaran kolektif dalam penanggulangan dampak kesehatan akibat kabut asap. Jurnal Kemanusiaan dan Kesehatan Lingkungan, 4(2), 93–101.
Setyawan, D., & Sari, M. (2023). Implementasi rekam medis keluarga berbasis komunitas untuk penguatan layanan primer. Jurnal Riset Kesehatan Terapan, 9(3), 78–87.
Utami, A., & Purnamasari, R. (2022). Solidaritas sosial dalam mitigasi bencana lingkungan di pedesaan. Jurnal Sosiologi dan Pembangunan Daerah, 6(2), 70–81.
Welnita, N., & Windusari, D. (2024). Pendidikan kesehatan sebagai upaya humanisasi kesehatan masyarakat di daerah rawan asap. Jurnal Pengabdian Kesehatan Lingkungan, 3(2), 40–49.
Wibowo, A., & Nugraha, R. (2022). Penguatan sistem pencatatan rekam medis keluarga dalam kesiapsiagaan bencana kesehatan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 67–76.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hastin Atas Asih, Ahmad Rasyid R R, Aisyah Surialda, Muhammad Ridha, Yulika Fitria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












