Pemanfaatan Nasi Basi sebagai Sumber Mikroorganisme Lokal (MOL) di Desa Wlahar Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i12.4125Keywords:
Biodekomposer, Pupuk, Organik, Microorganisme, WlaharAbstract
Kegiatan Tim KKN UNSOED 2026 kepada Masyarakat Desa Wlahar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Wlahar mengenai pengelolaan sampah organik serta mengenalkan peluang ekonomi melalui pembuatan dan pengaplikasian biodekomposer alami dari sisa nasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi dan pelatihan langsung di lapangan, di mana masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) menggunakan bahan seperti nasi sisa, air cucian beras, seresah bambu, dan molase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempraktikkan pembuatan MOL yang ditandai dengan keberhasilan proses fermentasi yang menghasilkan aroma segar seperti tape dan warna cokelat cerah. Penggunaan biodekomposer ini terbukti efektif mempercepat proses dekomposisi limbah rumah tangga pada biopori dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk aplikatif yang mendukung kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Desa Wlahar.
Downloads
References
Al-Banna, M. Z. & Hartati. 2020. Aktivitas penghambatan isolat bakteri dan rhizosfer dari empat jenis bambu toraja terhadap jamur penyebab busuk tanaman. Celebes Biodiversitas, 3(1): 18-30.
Arifan, F., Wilis Ari Setyati, Broto, R. T. W., & Dewi, A. L. 2020. Pemanfaatan nasi basi sebagai mikro organisme lokal (MOL) untuk pembuatan pupuk cair organik di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Pengabdian Vokasi, 1(4): 252–255.
Darwisah, B., Isnaini, J. L., Mutalib, A., Ashan, M. D., Ismail, S., & Yuniarti, E. 2025. Isolasi dan karakterisasi morfologi bakteri dekomposer asal Rhizosfer tanaman bambu dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Journal Galung Tropika, 14(1): 82-90.
Ekawandani, N., and Halimah, N. 2021. Pengaruh penambahan mikroorganisme lokal (MOL) dari nasi basi terhadap pupuk organik cair cangkang telur. Biosfer: jurnal biologi dan pendidikan biologi, 6(2): 79-86.
Islam, N. 2023. Upaya pengolahan sampah melalui ecobrick didesa kepoh Kabupaten Bangka Selatan. Semnas-Pkm, 1(1), 56–65.
Kurniawan, A. 2018. Produksi MOL (mikroorganisme lokal) dengan pemanfaatan bahan-bahan organik yang ada di sekitar. Jurnal Hexagro, 2(2): 36-45.
Layla, F. N., Abdillah, I. Y., Yuningsih, Y., & Yusuf, Z. 2021. Pemanfaatan limbah nasi basi menjadi pupuk organik cair mikroorganisme lokal (MOL) dalam pemberdayaan masyarakat Desa Padasari. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(87): 21-28.
Ramaditya, I., Hardiono, H., & Ali, Z. 2017. Pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 (Effective Microorganism) dan MOL (Mikroorganisme Lokal) nasi basi terhadap waktu terjadinya kompos. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 14(1): 415-424.
Sutariati, G. A. K., Yusuf, D. N., Iswandi, R. M., & Khaeruni, A. 2024. PKM pemanfaatan mikroorganisme lokal dalam pengolahan sampah organik dan budidaya tanaman pekarangan Di Kelurahan Bambaea Kabupaten Bombana. Jurnal Pengbadian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT), 6(1): 1-6.
Ummah, F. I., Qurratu'aini, N. I., Sholikhah, F. J., Ardiwanata, M., Islamuddin, W., & Amaliyah, A. 2025. Pengelolaan sampah rumah tangga berbasis mikroorganisme lokal (MOL) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Nusantara Community Empowerment Review, 3(1): 88-93.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Undri Rastuti, Zaidan Naufal Zalfaan, Mutiara Dwi Utami, Heni Trisnawati, Faadhillah Aliya Shifa, Mutiara Nur Khikmah, Fajar Apriliansah, Farhan Al Majid, Yunita Dwi Puspita, Daiva Paundra Gevano, Farha Nur Aida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












