Digitalisasi Pendidikan Tanpa Internet: Implementasi Local Content Server sebagai Sumber Belajar Mandiri di Sekolah Pulau Terluar Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4327Keywords:
Digitalisasi Pendidikan, Local Content Server, Pangkep, Pulau Terluar, Literasi DigitalAbstract
Kesenjangan akses pendidikan digital di wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Pangkep, merupakan dampak langsung dari keterbatasan infrastruktur internet di pulau-pulau terluar. Kondisi ini menghambat implementasi Kurikulum Merdeka yang berbasis kemandirian digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Local Content Server (LCS) sebagai solusi digitalisasi pendidikan tanpa internet bagi sekolah di wilayah blank spot. Metode yang digunakan adalah Participatory Technology Development (PTD), yang meliputi perancangan infrastruktur jaringan Wi-Fi lokal, penyediaan konten multimedia (e-book, video pembelajaran, dan bank soal), serta pelatihan teknis bagi guru dan siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor literasi digital siswa dari rata-rata 15% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, penggunaan sistem ujian berbasis digital luring (CBT Offline) berhasil meningkatkan efisiensi operasional sekolah dengan memangkas biaya penggandaan soal fisik hingga 60%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi teknologi tepat guna berbasis peladen lokal efektif dalam menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di wilayah 3T.
Downloads
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational Research: An Introduction.
BPS Kabupaten Pangkep. (2023). Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Dalam Angka 2023. Pangkep: Badan Pusat Statistik.
Daryanto. (2016). Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran di Wilayah 3T.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah Khusus. Jakarta: Kemendikbudristek.
Prajana, A., & Kurniawan, R. (2020). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Sekolah di Wilayah Pesisir. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 4(1), 15-22.
Pratama, I. P. (2020). Membangun Jaringan Intranet untuk Sekolah Pedesaan. Jurnal Teknologi Informasi dan Edukasi, 7(2), 45-52.
Purnomo, A., dkk. (2021). Pengembangan Local Content Server sebagai Solusi Keterbatasan Akses Internet di Sekolah Pedesaan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(2), 110-125.
Putra, R. W., & Suyatna, A. (2021). Implementasi Computer Based Test (CBT) Offline untuk Meningkatkan Efisiensi Evaluasi Belajar di Wilayah Blank Spot. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 12(3), 45-56.
Rahmah, A. (2018). Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 bagi Masyarakat Pesisir. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 6(1), 61-74.
Rusman. (2017). Belajar & Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sari, I. P., & Syarif, I. (2023). Analisis Infrastruktur Jaringan Lokal (Intranet) untuk Pemerataan Akses Bahan Ajar Digital di Kepulauan. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi, 5(2), 88-95.
Setiawan, A. (2021). Aplikasi Single Board Computer untuk Media Pembelajaran Luar Jaringan di Wilayah 3T. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 12-25.
Subekti, H., dkk. (2021). Literasi Digital dan Kemandirian Belajar Siswa di Kawasan Pesisir: Sebuah Studi Pendahuluan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(3), 412-425.
UNESCO. (2021). Digital Literacy in Remote Areas: Challenges and Opportunities for Localized Servers. Paris: UNESCO Publishing.
Wicaksono, A. (2023). Inovasi Server Mandiri untuk Akses E-Book dan Konten Pembelajaran di Wilayah Blank Spot. Jurnal Komputer dan Teknologi Pendidikan, 6(2), 102-115.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asriyani Amrullah, Nurayu Pratiwi, Siti Nardiyah Muhrani, Fina Fatwasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












