Edukasi Penyakit Jantung Koroner Pada Remaja di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang

Authors

  • Deviarbi Sakke Tira Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Soleman Landi Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Jeanette Reis Taneo Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Maria Epifania Sandri Asa Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Laurensia Vatriani Duet Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Kresensia Apriliani Jula Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Fiona Selpin Tungga Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Gaudensia Marika Pilin Hayon Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Feni Efelin Onlani Universitas Nusa Cendana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4334

Keywords:

Penyakit Jantung Koroner, Edukasi

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi akibat terbentuknya lapisan lemak pada dinding arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis yang mengakibatkan terjadinya penumpukan plak dan penyempitan arteri koroner sehingga mengganggu aliran darah ke jantung. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes, obesitas serta gaya hidup yang tidak sehat, dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia, jenis kelamin, dan genetik. Sasaran kegiatan edukasi ini adalah remaja berusia 19-21 tahun yang berdomisili di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan pada remaja pria yang  memiliki kecenderungan lebih tinggi terhadap perilaku berisiko mengalami penyakit jantung koroner. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan pre-experimental dengan desain pendekatan one group pre-test and post-test design, yaitu pengukuran tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan. Kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyuluhan, pembagian poster, dan demonstrasi analogi. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 70% menjadi 95,6% setelah edukasi dilakukan. Kelompok sasaran juga menunjukkan keinginan untuk menjaga kesehatan jantung mereka dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Irfan Sazali Nasution, Arini Dwi Rahmadani, Windi Audina, Dinda Purnama Sari, & Nailla Deswita Sari. (2025). Systematic review: Pengaruh gaya hidup dan pengetahuan masyarakat terhadap risiko penyakit jantung koroner. SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 4(2), 287–298. Diakses dari: https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v4i2.4337

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, September 29). Penyakit jantung penyebab utama kematian, Kemenkes perkuat layanan primer. Diakses dari: https://kemkes.go.id

Nafisah, S., Inayah, N. N., & Yusuf, B. (2024). Literatur review: Penyebab dan perkembangan penyakit jantung koroner. Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 14(1), 27–36. Diakses dari: https://e-journal.polkesraya.ac.id

Nafisah, S., Inayah, N. N., & Yusuf, B. (2024). Literatur review: Penyebab dan perkembangan penyakit jantung koroner. Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 14(1). Diakses dari: https://e-journal.polkesraya.ac.id/index.php/jfk/article/view/254

Naomi, W.S., Picauly, I. and Toy, S.M. (2021) ‘Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner’, Media Kesehatan Masyarakat, 3(1), pp. 99–107. Diakses dari: https://doi.org/10.35508/mkm.v3i1.3622.

Ndoen, H. I., Riwu, R., Makara, R., Udin, P., & Djaha, S. A. (2025). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit jantung koroner dan pencegahannya melalui program detak harapan di car free day Kota Kupang. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 6(1), 1–9. e-ISSN 2746-2234. DOI:10.51556/jpkmkelaker.v6i1.345

Sidaria, S., Huriani, E., & Nasution, S. D. (2023). Self care dan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner (PJK). JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan), 7(1), 41–46. Diakses dari: https://doi.org/10.33757/jik.v7i1.631

Triyono, D., Liani, R., Utami, A. W., Tristiyanti, S., & Supriatna, A. (2024). Penyakit jantung koroner di Indonesia: Peran faktor risiko dan upaya pencegahan. Humanis, 17(1), 86–94. Diakses dari: https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/Humanis/article/view/8798

Wahidah, W. and Harahap, R.A. (2021) ‘[PJK)] : PJK (Penyakit Jantung Koroner) VS SKA (Sindrome Kororner Akut) Prespektif Epidemiologi’, Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), pp. 54–65. Diakses dari: https://doi.org/10.3194/afiasi.v1i4.135.

World Healh Organization. (2024, August 7). The Top 10 Causes of death. Retrieved from world Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Tira, D. S., Landi, S., Taneo, J. R., Asa, M. E. S., Duet, L. V., Jula, K. A., Tungga, F. S., Hayon, G. M. P., & Onlani, F. E. (2026). Edukasi Penyakit Jantung Koroner Pada Remaja di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(3), 852–858. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4334

Issue

Section

Articles