Peningkatan Motivasi Belajar Siswa SMK melalui Program Edukasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4358Keywords:
pemberdayaan masyarakat, motivasi belajar, siswa smk, pendidikan tinggiAbstract
Kondisi pendidikan di Desa Kajeksan, Kabupaten Wonosobo menunjukkan masih adanya permasalahan rendahnya minat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya motivasi belajar, minimnya informasi mengenai pendidikan tinggi, serta keterbatasan dukungan lingkungan. Oleh karena itu, kelompok KKN 171 Kajeksan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan ketertarikan siswa dalam melanjutkan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan pendidikan, diskusi interaktif, permainan edukatif, serta pendampingan belajar. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 siswa MA Andalusia di Desa Kajeksan, Wonosobo. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan dalam tanya jawab seputar minat pendidikan tinggi dan kesadaran akan pentingnya melanjutkan studi. Dengan demikian, program edukasi berbasis pemberdayaan masyarakat ini efektif dalam meningkatkan ketertarikan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Downloads
References
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School engagement: Potential of the concept. Review of Educational Research, 74(1), 59–109. https://doi.org/10.3102/00346543074001059
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kuh, G.D. (2009). What Student Affairs Professionals Need to Know About Student Engagement. Journal of College Student Development 50(6), 683-706. https://dx.doi.org/10.1353/csd.0.0099.
Pintrich, P. R. (2003). A motivational science perspective on the role of student motivation in learning and teaching contexts. Journal of Educational Psychology, 95(4), 667–686. https://doi.org/10.1037/0022-0663.95.4.667
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1020
Sa’adah, N., Rahmawati, I., & Putra, A. (2025). Program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pendidikan siswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 210–220.
Saragih, M., Simanjuntak, R., & Ginting, F. (2026). Pengaruh metode pembelajaran inovatif terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Modern, 12(1), 67–78.
Vania, S., Putri, L., & Kurniawan, D. (2024). Penerapan model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(4), 150–162.
Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ramadhanar Adhyatma Nasrullah, Muhammad Hanif Nur Susanto, Ghazi Al Ghifari, Atiyq Sekararum, Arinda Putri Pratiwi, Desita Rahayu, Rosalia Syaharani, Veronika Dita Febrianti, Mayasari Putri Utami, Kundari Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












