Penyuluhan Thalesemia Kepada Orang Tua Balita pada Screning Thalaesemia pada Balita Yang Berkunjung ke Posyandu Keluarga Posyandu Mawar III di Wilayah Kerja Puskesmas Jemursari
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4405Keywords:
Skrining Thalesemia, Thalesemia, Pencegahan Thalesemia Pada BalitaAbstract
Thalasemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara berkembang. Prevalensi penyakit ini dilaporkan paling tinggi di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan kawasan Mediterania. Rendahnya kesadaran keluarga mengenai risiko genetik thalasemia dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan skrining, sehingga diperlukan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat. Skrining thalasemia pada baduta merupakan langkah strategis dalam menurunkan beban penyakit, meningkatkan kualitas hidup anak, serta mendukung kebijakan nasional dalam pencegahan kelahiran kasus baru thalasemia mayor di Indonesia. Penyuluhan dilaksanakan bersama mahasiswa FK Unair yang sedang menjalani kepaniteraan di Puskesmas Jemursari Surabaya dilakukan tanggal 3 maret 2026 di posyandu Keluarga Mawar III, jam 09.00 hingga jam 12.00 . Metode Penyuluhan dengan penyampaian materi lewat leaflet, lembar kuesioner dan alat pemeriksaan Hb, video edukasi thalassemia. Dikarenakan sulitnya berkumpulnya orang tua balita maka penyuluhan dan mengambil data kuisioner pre post test dilakukan person to person. Total responden yang kami dapatkan berjumlah 15 orang. Setelah melakukan hasil analisis statistik,chi-square kami mendapatkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan poin penambahan berjumlah 12.471 (P < 0.000).
Downloads
References
Agustina, R., Mandala, Z., & Liyola, R. (2020). Kadar ferritin dengan status gizi pasien thalassemia β mayor anak di RSAM Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 219-224.
Aji, D. N., Silman, C., Aryudi, C., Cynthia, C., Centauri, C., Andalia, D., ... & Amalia, P. (2016). Faktor–faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien thalassemia mayor di Pusat Thalassemia Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. Sari Pediatri, 11(2), 85-9.
Amelia, R., Labellapansa, A., & Siswanto, A. (2018). Sistem pakar sebagai alat bantu untuk pendekatan diagnosis penyakit thalasemia pada anak menggunakan metode Dempster-Shafer. IT Journal Research and Development, 2(2), 14-23.
An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 1(1), 15-30.
Falentina, M., & Dariyo, A. (2016). Gambaran resiliensi pada Ibu yang memiliki anak thalasemia. Journal
Kencana, N., Dewi, T. K., & Inayati, A. (2021). Penerapan Guided Imagery (Imajinasi Terbimbing) Terhadap Skala Nyeri Pasien Thalasemia Dan Dispepsia Di Rsud Jend. Ahmad Yani Kota Metro. Jurnal Cendikia Muda, 2(3), 375-382.
Liansyah, T. M., & Herdata, H. N. (2018). Aspek Klinis dan Tatalaksana Thalasemia pada Anak. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 1(1), 63-69.
Mardhiyah, A., Sriati, A., Prawesti, A., Mediawati, A. S., & Nurhidayah, I. (2023). Hubungan Antara Tingkat Kesadaran Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Berulang Thalasemia. Jurnal Obsesi:Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4848-4856.
Mediani, H. S., Ramdhanie, G. G., & Fikri, A. (2022). Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah PenyandangThalasemia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2243-2250.
Nooradi Praramdana, M., Rusydi, M.A. and Rizky, M. (2023) ‘Sebuah Tinjauan Pustaka:Penatalaksanaan Thalasemia’, Jurnal Medika Hutama, 4(2), pp. 3257–3264. Available at:http://jurnalmedikahutama.com.
Nuraeni, F., Hendrawati, S., & Ramdhanie, G. G. (2022). Gambaran Psychological Well Being Orang Tua Yang Memiliki Anak Thalasemia Mayor. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 22(2), 91-107.
Pambudi, M. A. (2020). Hubungan Antara Kadar Feritin Dengan Kreatinin Serum Pada Anak Thalasemia Mayor. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 473-478.
Praramdana, M. N. (2023). Sebuah tinjuan pustaka: penatalaksanaan beta thalasemia. JurnalMedika Hutama, 4(02 Januari), 3257-3264.
Purbasari, D., & Lail, N. A. (2024). Kepatuhan konsumsi Terapi Kelasi Besi Dengan Kualitas Hidup Anak Pada Penderita Thalasemia Mayor di RSUD Majalengka. MEJORA Medical Journal Awatara, 2(1), 17-24.
Rediyanto, D. K. (2023). Deteksi dini thalassemia. Pratista Patologi, 8(1), 12-12.
Sadiq, I.Z. et al. (2024) ‘Thalassemia: Pathophysiology, Diagnosis, and Advances in Treatment’, Thalassemia Reports, 14(4), pp. 81–102. Availableat:https://doi.org/10.3390/thalassrep14040010.
Sawitri, H., & Husna, C. A. (2018).Karakteristik pasien thalasemia mayor di BLUD RSU Cut MeutiAceh Utara tahun 2018. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 62-68.
Setiawan, D., Setiawan, H., & Nurmalasari, A. (2022). Edukasi penyakit thalasemia pada mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(3),1098.
Suryoadji, K. A., & Alfian, I. M. (2021). Patofisiologi Gejala Penyakit Thalasemia Beta: A NarrativeReview. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 13(2).
Utami, T. A., & Anggraeni, L. D. (2023).Korelasi Penghasilan Orang Tua terhadap Kualitas HiduAnak yang Mengalami Talasemia Mayor. Faletehan Health Journal, 10(02), 148-158.
Wahyudi, W., Subandiyo, S., Mardiyono, M., Kuswati, A., & Widjijati, W. (2024).Efektifitas Metode Focus Group Discussion (Fgd) Dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pada Orang Tua Peduli Anak Thalesemia. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 15(2), 84-93.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Aprilawati, Aqilah Maharani, Avita Diva, Farras Ariq, Nuritsna Marwasyifa, Ordelia Nur Innayah, Thimoty Yulian, Galih Satriyo Utomo, Dyah Fitriningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












