Literasi Menyenangkan Pasca Bencana Banjir di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i4.4545Keywords:
literasi, pascabencana, multimodalitasAbstract
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi masyarakat, terutama anak-anak. Kondisi pascabencana menyebabkan anak-anak mengalami rasa takut, cemas, dan menurunnya semangat belajar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial melalui kegiatan literasi menyenangkan berbasis multimodalitas. Metode pelaksanaan berupa observasi keterlibatan anak dalam kegiatan, interaksi sosial, dan respons emosional berdasarkan konsep Fredrick mengenai student engagement dan pedoman dukungan psikososial anak dalam situasi darurat yang dikembangkan oleh IASC dan UNICEF. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan literasi. Penggunaan buku bergambar dengan ilustrasi visual yang menarik mampu meningkatkan minat baca, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta membantu pemulihan emosional anak-anak pascabencana. Dengan demikian, kegiatan literasi berbasis multimodalitas dapat menjadi media edukatif sekaligus healing yang efektif bagi anak-anak di lingkungan pascabencana.
Downloads
References
Adami, E. (2016). Introducing multimodality. In the Oxford handbook of language and society. Oxford University Press.
Bui, D. L. T., Nguyen, Thuy, Thi, D., & hanh, Ly, Thi, T. (2025). Exploring strategies for promoting engagement in EFL classes at primary schools : Insights from Vietnamese teachers. Studies in English Language and Education, 12(2), 772–789.
Carey, J., Bezemer, J., & O’Halloran, K. (2016). Introducing multimodality. Routledge.
Inter-Agency Standing Committee (IASC). (2007). IASC Guidelines on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings. Geneva: IASC.
Kessler, M. (2022). Multimodality. ILT Journal, 76(4)(2019), 551-554.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School engagement: Potential of the concept, state of the evidence. Review of Educational Research, 74(1), 59–109. https://doi.org/10.3102/00346543074001059
Pemerintah Kabupaten Bireuen. (2026). Bupati Bireuen letak batu pertama pembangunan huntap korban banjir. https://www.bireuenkab.go.id/berita/kategori/sosial/bupati-bireuen-letak-batu-pertama-pembangunan-huntap-korban-banjir
Retnaningdyah, P. (2017). Literasi sebagai Praktik Sosial. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Sidik, E. J. (2022). The integration of multimodality in English teaching in Indonesian junior high schools [Queen’s University Belfast]. https://pure.qub.ac.uk/en/studentTheses/the-integration-of-multimodality-in-english-teaching-in-indonesia
Sulistiyo, U., Supiani, Kailani, A., & Lestariyana, R. P. D. (2020). Infusing moral content into primary school english textbooks: A critical discourse analysis. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 10(1), 251–260. https://doi.org/10.17509/IJAL.V10I1.25067
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2018). Operational Guidelines on Community-Based Mental Health and Psychosocial Support in Humanitarian Settings: Three-Tiered Support for Children and Families. New York: UNICEF.
United Nations Children's Fund. (2019). Community-based mental health and psychosocial support in humanitarian settings: Three-tiered support for children and families. UNICEF. https://www.unicef.org/reports/community-based-mental-health-and-psychosocial-support-guidelines-2019
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Idaryani Idaryani, Fidyati Fidyati, Soraya Masthura Hassan, Armelia Dafrina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












