Edukasi Rumah Sehat sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hunian Masyarakat di Desa Pargaulan, Kabupaten Humbang Hasundutan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4603Keywords:
rumah sehat, kualitas hunian, edukasi masyarakat, kesehatan lingkungan, Desa PargaulanAbstract
Rumah sehat merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Kondisi hunian masyarakat di Desa Pargaulan, Kabupaten Humbang Hasundutan, masih menunjukkan beberapa permasalahan, seperti ventilasi yang kurang optimal, pencahayaan alami yang terbatas, tingkat kelembapan yang tinggi, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai konsep rumah sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya rumah sehat sebagai upaya peningkatan kualitas hunian. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan observasi lapangan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi, pendampingan hunian, serta penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip rumah sehat, meliputi ventilasi alami, pencahayaan alami, pengendalian kelembapan, sanitasi lingkungan, dan kebersihan rumah. Selain itu, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan pendampingan yang dilakukan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan hunian sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Dengan demikian, kegiatan edukasi rumah sehat dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas hunian dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Downloads
References
Alexander, C., Ishikawa, S., & Silverstein, M. (1977). A pattern language: Towns, buildings, construction. Oxford University Press.
Azwar, A. (1996). Pengantar ilmu kesehatan lingkungan. Mutiara Sumber Widya.
Ching, F. D. K. (2007). Architecture: Form, space, and order (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Habraken, N. J. (1978). Supports: An alternative to mass housing. Architectural Press.
Jacobs, J. (1961). The death and life of great American cities. Random House.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman rumah sehat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2021). Pedoman rumah layak huni dan permukiman sehat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.
Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery (4th ed.). John Wiley & Sons.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Olgyay, V. (1963). Design with climate: Bioclimatic approach to architectural regionalism. Princeton University Press.
Rapoport, A. (1969). House form and culture. Prentice-Hall.
Soemarwoto, O. (2004). Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan. Djambatan.
Turner, J. F. C. (1976). Housing by people: Towards autonomy in building environments. Pantheon Books.
UN-Habitat. (2020). World cities report 2020: The value of sustainable urbanization. United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat).
UNICEF. (2012). Water, sanitation and hygiene annual report. United Nations Children's Fund (UNICEF).
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.
World Health Organization. (2018). WHO housing and health guidelines. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Adha Sitorus, Liskawati Sihaloho, Cindy Aurelia Isabel S

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












