Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Pengenalan Sentuhan Aman dan Sentuhan Tidak Aman pada Anak Usia 8–11 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4629Keywords:
Kesehatan Reproduksi, Kekerasan Seksual, Sentuhan AmanAbstract
Kekerasan seksual pada anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya pengetahuan anak mengenai kesehatan reproduksi, terutama tentang batasan tubuh dan perlindungan diri, meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia 8–11 tahun mengenai sentuhan aman dan sentuhan tidak aman serta membekali mereka dengan kemampuan dasar untuk melindungi diri. Kegiatan dilaksanakan di RT 22/RW 07 Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dengan melibatkan 14 peserta. Metode yang digunakan mengacu pada tahapan P-Process, meliputi analisis situasi dan audiens, penyusunan strategi komunikasi, desain edukasi, implementasi, serta evaluasi. Edukasi disampaikan melalui komunikasi verbal dan nonverbal menggunakan poster, permainan interaktif, lagu edukatif, serta evaluasi dengan kartu hijau dan kartu merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan sentuhan aman dan sentuhan tidak aman, mengenali area tubuh pribadi yang harus dijaga, serta menunjukkan peningkatan keberanian untuk melindungi diri dan melaporkan situasi yang membuat tidak nyaman kepada orang dewasa tepercaya. Kegiatan ini berkontribusi meningkatkan literasi kesehatan reproduksi anak serta mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual sejak dini melalui edukasi yang interaktif dan sesuai karakteristik perkembangan anak.
Downloads
References
Aswaruddin, Halawa, S., Hasibuan, M. K. P., Dahyanti, N., & Maulidas, K. A. W. (2025). Keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal dalam pembelajaran. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi), 5(1), 18–26. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i1.1108
Hasanah, H. (2016). Pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan: Sebuah strategi mencegah berbagai resiko masalah reproduksi remaja. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 11(2), 229–252. https://doi.org/10.21580/sa.v11i2.1456
Indraswari, R., Kusumawati, A., Shaluhiyah, Z., & Handayani, N. (2022). Inisiasi sekolah dasar sebagai best practice penerapan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak. Journal of Public Health and Community Service, 1(2), 75-79.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2024 (SNPHAR 2024). KemenPPPA.
Pugu, M. R. (2025). Keamanan non-tradisional. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Supriani, R. A., & Ismaniar. (2022). Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini. Jambura Journal of Community Empowerment, 3(2), 1–20. https://doi.org/10.37411/jjce.v3i2.1335
Violita, F. (2021, April 1). P-Process: Tahap dalam strategi komunikasi kesehatan. Catatan Sehat. https://catatansehat.com/p-process-tahap-dalam-strategi-komunikasi-kesehatan/
World Health Organization. (2024). Adolescent pregnancy. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy
Zidan, M., Siregar, H., Pertiwi, F., & Maysara, S. R. (2025). Dongeng Boneka sebagai Media Edukasi: Implementasi Modul Pencegahan Kekerasan Seksual oleh Kakak Aman Indonesia di SDN Kaloran Kidul Kota Serang. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 6(2), 491-500.
Zulkarnain, S., & Rahmadani, F. M. (2022). Pengaruh teknologi digital terhadap peningkatan kesehatan reproduksi perempuan. e-SEHAD: Electronic Journal Scientific of Environmental Health and Diseases, 3(1), 143–153. https://doi.org/10.22437/esehad.v3i2.27656
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gracela Wilmina Raja, Jimmy Julisco Erdor Liunokas, Natalia Arynertian Ere, Yohana Corsini Zendang, Christina Rony Nayoan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












