Edukasi Gaya Hidup Cerdik sebagai Upaya Pencegahan Dini Hipertensi pada Remaja di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4691Keywords:
Edukasi Kesehatan, Hipertensi Remaja, Skrining Tekanan Darah, Gaya Hidup SehatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta melakukan deteksi dini risiko hipertensi pada remaja usia 15–17 tahun di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingginya kerentanan remaja akibat faktor genetik dan paparan gaya hidup tidak sehat menjadi dasar urgensi pelaksanaan kegiatan intervensi ini. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tiga tahap utama, yaitu: (1) skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala, (2) edukasi interaktif mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pembatasan konsumsi makanan cepat saji serta makanan asin, dan (3) evaluasi tingkat pemahaman menggunakan kuesioner pre-test dan post-test kepada 38 siswa. Hasil skrining dan pendataan menunjukkan adanya urgensi intervensi, di mana ditemukan 42,1% remaja memiliki riwayat genetik hipertensi keluarga, 50% remaja sering mengonsumsi makanan cepat saji (fast food), dan 42,1% mengonsumsi makanan berkadar natrium tinggi dengan frekuensi 1–2 kali seminggu. Melalui kegiatan edukasi ini, terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja secara signifikan mengenai pentingnya pembatasan pola makan tidak sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program edukasi dan deteksi dini berbasis sekolah efektif dalam membangun kesadaran preventif remaja. Direkomendasikan adanya keberlanjutan program pemeriksaan tekanan darah berkala di UKS sebagai langkah pemantauan kesehatan remaja secara mandiri.
Downloads
References
Adriyani, R., & Handayani, S. (2021). Hubungan konsumsi fast food dan makanan asin dengan risiko hipertensi pada usia remaja. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 9(2), 145–153. https://doi.org/10.20473/jpk.v9.i2.2021.145-153
Amira, I., & Rahman, F. (2023). Faktor risiko hipertensi pada remaja di wilayah perkotaan: Studi literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 34–42.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Lany, S., & Purnomo, H. (2022). Pengaruh kualitas tidur dan tingkat stres akademik terhadap tekanan darah pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Keperawatan Klinis, 10(3), 210–219.
Ningsih, S. W., & Sari, M. (2024). Profil gaya hidup sedentari (sedentary behavior) dan hubungannya dengan prehipertensi pada remaja usia sekolah. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 9(1), 12–21.
Pratiwi, D., & Utami, T. (2023). Efektivitas edukasi kesehatan berbasis sekolah dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan hipertensi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 8(2), 89–96. https://doi.org/10.22146/jpkm.v8i2.7741
Putri, A. R., & Siregar, T. (2022). Hubungan riwayat hipertensi keluarga dan indeks massa tubuh (IMT) dengan tekanan darah remaja di Kota Kupang. Jurnal Kesehatan Cendekia, 14(2), 115–123.
Setyawati, R., & Wibowo, A. (2021). Pola makan tinggi natrium sebagai prediktor utama risiko hipertensi jalur genetik pada usia muda. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 201–210.
World Health Organization. (2023). Global report on hypertension: The race against a silent killer. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081062
Yanti, N. L., & Putra, I. G. (2022). Hubungan aktivitas fisik dan konsumsi buah-sayur dengan status tekanan darah pada remaja di masa transisi pandemi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 55–64.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angelicha Rydels Putri Meda, Maria Bunga Rachelia Lopez, Anggie Juliana Febrianti Snae, Deysta Aurel Ega Nasywa, Adriana Grecia Dethan, Devanny Glorya Kapitan, Gladys Andhini Martini Ndeo, Deviarbi Sakke Tira, Soleman Landi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












